Sebut Safari Politik Jokowi di Lampung Cuma Picu Konflik, Ferdinand Hutahaean: Lebih Baik ke Taman Safari Saja

wartaekonomi.co.id
12 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan politikus Partai Demokrat dan PDIP, Ferdinand Hutahaean, melontarkan kritik pedas terhadap dampak safari politik Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Lampung baru-baru ini.

Ferdinand menilai, kunjungan bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut ternyata tidak membawa manfaat, melainkan justru memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.

Menurut Ferdinand, safari politik tersebut menyisakan kegaduhan terkait pemberian gelar adat kepada Jokowi. Masyarakat Lampung kini terbelah menjadi dua kubu dalam menyikapi keabsahan gelar tersebut.

"Hasil safari politik ke Lampung ternyata enggak ada manfaat dan kemaslahatannya buat masyarakat Lampung sendiri, hanya menyisakan konflik," ujar Ferdinand dalam sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip pada Minggu (5/7/2026).

Ferdinand menjelaskan bahwa pertentangan di masyarakat berakar pada prosedur pemberian gelar adat. Sebagian warga menilai Jokowi layak mendapatkan kehormatan tersebut, namun sebagian lain menganggap prosesnya menyalahi mekanisme adat yang berlaku.

"Ada yang berpandangan pemberian itu tidak layak karena tak melalui mekanisme yang benar. Sebagian lagi melihat itu sudah benar, yang memprotesnya seharusnya tak lagi menggunakan lembaga adat," tutur Ferdinand.

Melihat dampak kunjungan yang dinilai minim esensi positif dan justru memicu keretakan sosial, Ferdinand pun melayangkan sindiran menohok.

"Kalau safari politiknya cuma bikin konflik, sebaiknya Jokowi ke Taman Safari saja," sindirnya.

Soroti Utang Negara hingga Isu Skandal Pasca-Jabatan

Tidak berhenti pada persoalan di Lampung, Ferdinand juga menyoroti berbagai dinamika politik dan hukum pasca-masa jabatan Jokowi. Ia mengklaim ada banyak skandal dan persoalan kebijakan yang mulai terkuak ke publik di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ferdinand secara spesifik menyinggung beberapa nama mantan menteri yang terseret kasus hukum dan mengaitkannya dengan kebijakan di era sebelumnya.

"Pasca Jokowi yang tersisa hanya cerita korupsi yang dibongkar Prabowo. Kita lihat misalnya kasus korupsi Tom Lembong menyebut nama-nama Jokowi, Nadiem menyebut Jokowi, Yaqut juga menyebut nama Jokowi," klaimnya.

Ia juga menambahkan kritik mengenai beban utang negara yang besar akibat kebijakan masa lalu, serta isu kredit yang menyeret nama putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep.

Di akhir pernyataannya, Ferdinand melempar pertanyaan retoris kepada publik untuk merefleksikan kembali rekam jejak kepemimpinan mantan Wali Kota Solo tersebut.

"Inilah cerita-cerita dari Jokowi, masihkah Anda mau tertipu dari kepura-puraan Jokowi?" pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harapan Besar dari Sawah Merauke: Metode Tanam Baru Pacu Produktivitas
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tapir di Mesuji Mati Ditombak & Disembelih Warga, BKSDA Bengkulu Beri Imbauan tak Ganggu Satwa Liar
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pesawat PT AMA Diduga Ditembaki hingga Dibakar KKB Baru Pimpinan M Mbalingga
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Cek Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Jakarta 5 Juli 2026
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Konsolidasi Iran Pasca-Khamenei dan Negara Keamanan Revolusioner
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.