Liputan6.com, Jakarta - Dalam rentang empat hari, empat anggota Polri kehilangan nyawa ketika menjalankan tugas. Tiga personel Satresnarkoba gugur dalam operasi penindakan narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Sementara seorang lagi mengembuskan napas terakhir setelah tertabrak kendaraan saat membantu pengemudi yang mengalami gangguan di ruas Tol Joglo.
Minggu pagi, 5 Juli 2026, tim gabungan menyusuri aliran Sungai Katingan sejak pukul 06.00 WIB. Tiga perahu karet dan delapan kapal ces kecil bergerak menyisir sungai, hutan di bantaran, hingga memperluas pencarian ke Pasar Desa Samba, Kecamatan Katingan Tengah.
Advertisement
Sekitar pukul 08.42 WIB, informasi datang dari Babinsa Rantau Asem, Kopda Imam. Ada sesosok mayat di Sungai Desa Rantau Asem, sekitar empat kilometer dari lokasi operasi di Desa Tumbang Kalemei. Tim segera menuju lokasi.
Tak lama kemudian, identitas jenazah itu dipastikan. Dia adalah Aiptu Sumaryanto, anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang sejak operasi penindakan narkotika pada 2 Juli dinyatakan hilang.
"Pukul 09.45 WIB, mayat tersebut dikirimkan dengan ambulance ke RS Bhayangkara - Palangkaraya," ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).
Penemuan itu menutup pencarian terhadap personel terakhir yang hilang dalam operasi tersebut. Namun, sekaligus menambah daftar korban menjadi tiga anggota Polri yang gugur.




