Jakarta (ANTARA) - Penelitian terbaru mengungkap bahwa tubuh memiliki mekanisme biologis untuk memberi tahu otak ketika kekurangan nutrisi tertentu, termasuk asam amino esensial yang dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.
Dilansir dari laman Psychology Today pada Minggu, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science menunjukkan usus mengirimkan sinyal ke otak saat kadar asam amino esensial menurun. Sinyal tersebut kemudian memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan yang kaya protein.
Penelitian dilakukan pada lalat buah dan menemukan bahwa hewan yang menjalani pola makan rendah protein lebih memilih asam amino esensial dibandingkan zat lain yang tidak memberikan manfaat nutrisi. Pola serupa juga ditemukan pada tikus, yang menunjukkan preferensi terhadap makanan kaya protein ketika tubuh kekurangan asam amino esensial.
Baca juga: Jangan abaikan, tubuh beri sejumlah sinyal ketika kekurangan zat besi
Para peneliti menemukan molekul bernama CNMamide yang diproduksi di usus berperan penting dalam proses tersebut. Saat tubuh kekurangan asam amino, produksi molekul ini meningkat dan mengirimkan sinyal melalui saraf serta aliran darah menuju otak untuk mendorong pencarian sumber protein.
Selain meningkatkan keinginan mengonsumsi protein, sinyal tersebut juga menekan keinginan mengonsumsi gula. Menurut peneliti, gula hanya menyediakan energi, tetapi tidak dapat menggantikan asam amino esensial yang diperlukan tubuh.
Baca juga: Sejumlah sinyal tubuh ketika mengalami masalah tiroid
Temuan ini menunjukkan bahwa rasa lapar tidak semata-mata dipicu oleh kebutuhan kalori, melainkan juga dipengaruhi kebutuhan tubuh terhadap zat gizi tertentu. Dengan kata lain, otak mampu membedakan kebutuhan energi dan kebutuhan nutrisi yang berperan sebagai bahan pembangun tubuh.
Peneliti menilai temuan tersebut dapat membantu menjelaskan mengapa seseorang terkadang menginginkan jenis makanan tertentu ketika tubuh mengalami kekurangan nutrisi tertentu, terutama protein.
Baca juga: Sering mengantuk jadi cara tubuh beri sinyal alami kelelahan
Baca juga: Konsumsi makanan manis berlebihan bisa jadi tanda masalah kesehatan
Dilansir dari laman Psychology Today pada Minggu, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science menunjukkan usus mengirimkan sinyal ke otak saat kadar asam amino esensial menurun. Sinyal tersebut kemudian memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan yang kaya protein.
Penelitian dilakukan pada lalat buah dan menemukan bahwa hewan yang menjalani pola makan rendah protein lebih memilih asam amino esensial dibandingkan zat lain yang tidak memberikan manfaat nutrisi. Pola serupa juga ditemukan pada tikus, yang menunjukkan preferensi terhadap makanan kaya protein ketika tubuh kekurangan asam amino esensial.
Baca juga: Jangan abaikan, tubuh beri sejumlah sinyal ketika kekurangan zat besi
Para peneliti menemukan molekul bernama CNMamide yang diproduksi di usus berperan penting dalam proses tersebut. Saat tubuh kekurangan asam amino, produksi molekul ini meningkat dan mengirimkan sinyal melalui saraf serta aliran darah menuju otak untuk mendorong pencarian sumber protein.
Selain meningkatkan keinginan mengonsumsi protein, sinyal tersebut juga menekan keinginan mengonsumsi gula. Menurut peneliti, gula hanya menyediakan energi, tetapi tidak dapat menggantikan asam amino esensial yang diperlukan tubuh.
Baca juga: Sejumlah sinyal tubuh ketika mengalami masalah tiroid
Temuan ini menunjukkan bahwa rasa lapar tidak semata-mata dipicu oleh kebutuhan kalori, melainkan juga dipengaruhi kebutuhan tubuh terhadap zat gizi tertentu. Dengan kata lain, otak mampu membedakan kebutuhan energi dan kebutuhan nutrisi yang berperan sebagai bahan pembangun tubuh.
Peneliti menilai temuan tersebut dapat membantu menjelaskan mengapa seseorang terkadang menginginkan jenis makanan tertentu ketika tubuh mengalami kekurangan nutrisi tertentu, terutama protein.
Baca juga: Sering mengantuk jadi cara tubuh beri sinyal alami kelelahan
Baca juga: Konsumsi makanan manis berlebihan bisa jadi tanda masalah kesehatan





