RKAB Dipangkas, Atlas Resources (ARII) Hentikan Produksi di Sejumlah Tambang

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penyesuaian RKAB telah menekan volume produksi dan penjualan batu bara perseroan.

RKAB Dipangkas, Atlas Resources (ARII) Hentikan Produksi di Sejumlah Tambang (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - PT Atlas Resources Tbk (ARII) menghentikan sementara kegiatan produksi di sejumlah area tambang imbas penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta kebijakan Domestic Market Obligation (DMO).

Direktur Atlas Resources, Joko Kus Sulistyoko menjelaskan, penyesuaian RKAB telah menekan volume produksi dan penjualan batu bara perseroan.

Baca Juga:
Atlas Resources (ARII) Minta Restu Investor untuk Private Placement 319 Juta Saham

"Saat ini kegiatan produksi di beberapa area telah dihentikan sementara, sedangkan penjualan masih dilakukan untuk memenuhi sisa alokasi yang tersedia," ujar Joko dalam hasil paparan public expose di keterbukaan informasi, Jumat (3/7/2026).

Perseroan berharap pemerintah memberikan relaksasi terhadap kebijakan tersebut agar alokasi produksi dapat kembali meningkat. Menurut Joko, peningkatan kuota produksi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, khususnya pasokan batu bara bagi pembangkit listrik di wilayah Sumatera dan Jawa.

Baca Juga:
Strategi Atlas Resources (ARII) Kejar Target Penjualan Batu Bara 6 Juta Ton

Di tengah terbatasnya alokasi produksi, perseroan berupaya meningkatkan efisiensi operasional melalui pengembangan infrastruktur pendukung.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah pembangunan dan pengembangan jalan hauling guna menekan biaya logistik. Di mana jalur angkut yang lebih pendek dapat mengurangi jarak pengangkutan batu bara sehingga biaya operasional menjadi lebih efisien.

Baca Juga:
Atlas Resources (ARII) Disuntik Dana Investor Strategis Rp87 Miliar

Selain meningkatkan efisiensi, jalan hauling tersebut juga dirancang untuk mengakomodasi peningkatan volume angkutan batu bara di masa mendatang apabila alokasi produksi kembali bertambah.

"Kapasitas jalan hauling tersebut dirancang untuk mendukung peningkatan volume angkutan batu bara di masa mendatang dan dapat dimanfaatkan oleh perusahaan tambang lain yang berada di sekitar wilayah operasional, sehingga memberikan nilai tambah bagi pengembangan usaha perseroan," tutur Joko.

Hingga kuartal I-2026, Atlas Resources mencatatkan laba bersih Rp102,5 miliar, atau turun 41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp173,9 miliar.

Namun demikian, pendapatan usaha meningkat 10 persen dari Rp1,63 triliun menjadi Rp1,8 triliun. Alhasil laba bersih per saham setara dengan Rp27,33.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
1 Lagi Polisi yang Hilang saat Gerebek Bandar di Kalteng Ditemukan Meninggal
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Soal Amplop Bupati Kuansing, DPR Sebut Menhut Raja Juli Seharusnya Lapor ke KPK
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Delegasi Saudi Hadiri Pemakaman Khamenei, Ayat Dilantunkan Iran Jadi Sorotan
• 7 jam laludetik.com
thumb
Sertijab Kakorlantas Polri, IPW Apresiasi Kinerja Irjen Agus Suryonugroho
• 19 jam laludetik.com
thumb
Pria India Ubah Rp1 Juta Jadi Rp104 Triliun, Ini Rahasianya
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.