Beijing Kembali Diguyur Hujan Es Sebesar Telur Ayam, Menjadi Topik Hangat di Media Sosial

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Pada 3 Juli 2026 sore waktu setempat, Kota Beijing kembali diguyur hujan es berukuran besar. Topik “Hujan Es di Beijing” bahkan menjadi salah satu kata kunci yang paling banyak diperbincangkan di platform media sosial Weibo.

Hari itu, Beijing mengalami cuaca yang sangat kontras. Pada siang hari, suhu udara mencapai 38°C, sehingga otoritas meteorologi mengeluarkan peringatan kuning gelombang panas. Namun pada sore harinya, peringatan kuning untuk petir, angin kencang, dan hujan es juga diberlakukan secara bersamaan. Menjelang malam, kota tersebut dilanda angin kencang, hujan deras, dan hujan es.

Menurut prakiraan badan meteorologi, pada sore hari wilayah barat pusat Kota Beijing hingga bagian tengah Distrik Fangshan berpotensi mengalami angin sesaat berkekuatan 8–10 skala Beaufort, hujan es, dan hujan lebat berdurasi singkat. Hujan es kemudian dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah seperti Haidian, Fengtai, dan Mentougou.

Sekitar satu jam kemudian, hujan disertai petir meluas ke berbagai distrik, termasuk Haidian, Shijingshan, Fengtai, Xicheng, Dongcheng, Chaoyang, Shunyi, Fangshan, Daxing, dan Tongzhou. Cuaca buruk tersebut disertai angin sesaat berkekuatan 9–11 skala Beaufort serta hujan es.

Butiran hujan es di Beijing sebesar telur. (Gambar dari internet)
Butiran hujan es di Beijing sebesar telur. (Gambar dari internet)
Butiran hujan es di Beijing sebesar telur. (Gambar dari internet)

Banyak warga Beijing mengunggah rekaman video yang memperlihatkan angin kencang, hujan deras, dan hujan es yang turun dengan lebat. Sejumlah warga juga membagikan foto bongkahan hujan es yang ukurannya disebut sebesar telur ayam.

Pada malam harinya, topik “Hujan Es di Beijing” menjadi salah satu tren teratas di Weibo.

Sejak Juni lalu, Beijing berulang kali mengalami cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan deras, dan hujan es. Dalam paruh pertama bulan Juni saja, wilayah administrasi Beijing dilaporkan mengalami tujuh kali hujan es, atau rata-rata sekali setiap dua hari.

Sementara itu, wilayah selatan Tiongkok juga terus dilanda hujan lebat yang memicu banjir di berbagai daerah.

Di saat yang sama, Topan Maysak, badai tropis ke-10 tahun ini, mendarat di pesisir Kabupaten Lingshui, Provinsi Hainan, sekitar pukul 18.20 pada 3 Juli. Saat mendarat, kecepatan angin maksimum di dekat pusat badai mencapai tingkat 9 atau sekitar 23 meter per detik.

Badan meteorologi memperkirakan Topan Maysak akan bergerak ke arah barat laut, melintasi Pulau Hainan dan Teluk Beibu, kemudian diperkirakan kembali mendarat pada malam 4 Juli di wilayah perbatasan antara pesisir Guangxi dan pesisir utara Vietnam.

Akibat pengaruh Topan Maysak, hujan lebat diperkirakan akan melanda Guangdong, Guangxi, dan Hainan selama periode 3–6 Juli.

Saat ini, beberapa distrik di Guangzhou masih berada dalam status peringatan putih topan. Prakiraan cuaca menunjukkan bahwa mulai 3 hingga 7 Juli, wilayah tengah dan barat Provinsi Guangdong berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah lokasi.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jesse Marsch klaim Kanada bermain lebih baik pada babak pertama
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Polisi tangkap satu lagi terduga penyerang aparat di Katingan
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Bukan Megawati Hangestri, Timnas Voli Indonesia Mendadak Kembali Jadi Trending Topik di Korea Selatan
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
John Herdman Jadi Untung Banyak Gegara Sandy Walsh ke Persib Bandung, Ini Kata Bung Ropan
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Sebelum Hilang, Mahasiswi Tel-U Keluar dari Semua Grup WA-Akun Medsos Tak Aktif
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.