Ukraina Gempur Belakang Rusia, Lowongan Operator Drone Bermunculan di Seluruh Negeri 

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Situs lowongan kerja di Rusia saat ini secara terbuka merekrut operator drone untuk membantu menjaga keamanan wilayah udara Moskow. Di saat yang sama, pihak Ukraina menyatakan bahwa sepanjang tahun ini mereka telah secara signifikan meningkatkan serangan drone terhadap wilayah Rusia.

Menurut laporan Reuters, iklan lowongan tersebut muncul di HeadHunter, situs pencarian kerja terbesar di Rusia. Dalam iklan itu disebutkan bahwa sebuah unit sukarelawan bernama Combat Army Reserve Force (BARS) sedang merekrut personel secara mendesak. Tugas utamanya adalah “menjamin keamanan ibu kota melalui solusi teknologi modern dan sistem pengawasan.”

Tanggung jawab pekerjaan tersebut meliputi:

Menariknya, lowongan ini tidak mensyaratkan pengalaman sebelumnya. Pelamar hanya diminta memiliki kemampuan teknis dasar serta keinginan untuk berkembang di bidang tersebut.

Gaji awal yang ditawarkan adalah 150.000 rubel per bulan (sekitar US$1.950). Namun, karena rata-rata gaji bulanan di Moskow saat ini telah melebihi 200.000 rubel, besaran gaji tersebut dinilai tidak terlalu kompetitif.

Dalam salah satu ulasan internal mengenai pemberi kerja tersebut, seseorang yang menggunakan nama “Chief Inspector” menggambarkan unit itu sebagai “tim yang solid dan berkualitas”, dengan “peluang pengembangan yang besar”, “budaya kerja tim yang positif”, serta sistem penggajian yang didasarkan pada kinerja.

Belum diketahui kapan lowongan itu pertama kali dipublikasikan, tetapi informasi tersebut diperbarui pada 1 Juli.

Ukraina Mengklaim Serangan Drone Meningkat Tajam

Upaya Rusia merekrut operator drone secara mendesak terjadi di tengah meningkatnya intensitas serangan udara Ukraina terhadap wilayah Rusia sepanjang tahun ini.

Pasukan Sistem Drone Ukraina menyatakan bahwa selama 2026, jumlah serangan terhadap sasaran militer maupun wilayah strategis di pedalaman Rusia telah meningkat lebih dari 11 kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Berdasarkan data yang dipublikasikan pihak Ukraina, selama Juni saja mereka telah melaksanakan hampir 2.400 misi serangan jarak jauh dengan jangkauan 500 hingga 2.000 kilometer, dan mengklaim berhasil menyerang 172 fasilitas industri militer serta infrastruktur energi pertahanan di Rusia.

Selain itu, Ukraina menyatakan telah melaksanakan lebih dari 3.400 serangan jarak menengah, yang menurut mereka mengenai hampir 1.700 sasaran.

Sementara itu, dalam lebih dari 2.700 serangan di garis depan, Ukraina mengklaim hampir 1.300 target berhasil dihantam atau dihancurkan.

Menurut laporan tersebut, sasaran yang diklaim berhasil diserang oleh drone Ukraina tersebar di berbagai wilayah Rusia, antara lain :

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Infinity Journey Tournament Padivalley Diikuti 200 Golfer, Hadiah Hole-in-One Mobil hingga Rumah
• 2 jam laluterkini.id
thumb
SPK Wuling Eksion Sentuh 2 Ribu Unit Dalam 2 Bulan
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Perindo Jatim Mulai Rumuskan Strategi untuk Pemilu 2029
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Melihat lagi drama-drama di pengujung laga babak 32 besar
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Jurnalis Italia Beri Kabar Terbaru Soal Rumor Osmar Loss, Posisi Igor Tolic Bersama Persib di Ujung Tanduk?
• 21 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.