Tanjungpandan (ANTARA) - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan langkah transformasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi badan usaha berbentuk koperasi akan menjadi instrumen baru guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Koperasi yang bertransformasi dari kelompok sadar wisata ini bisa menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Menkop Ferry Juliantono dalam acara penandatanganan kerja sama integrasi dan transformasi kelembagaan Pokdarwis menjadi koperasi di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu.
Selain itu, lanjutnya, harapannya kolaborasi antara kelompok sadar wisata bertransformasi menjadi koperasi ini bisa menjadi instrumen baru bagi pengembangan kegiatan pariwisata.
Menurut Menkop, penguatan aspek legalitas dengan mengubah Pokdarwis menjadi koperasi bukan hanya bertujuan mengoptimalkan kegiatan pariwisata, melainkan juga untuk menggerakkan seluruh ekosistem dan aktivitas pendukung di sekitarnya.
Baca juga: Pokdarwis diminta aktif promosi desa wisata di medsos
Ferry memastikan langkah standardisasi kelembagaan ini tidak akan berhenti di Belitung. Kementerian Koperasi berkomitmen memberikan pendampingan serupa bagi seluruh Pokdarwis di wilayah lain di Indonesia.
"Insyaallah nanti semua kelompok sadar wisata baik yang memiliki potensi wisata maupun yang lain-lain di daerah yang lain-lain kita akan bantu menjadi berbadan usaha," kata Menkop.
Melalui transformasi ini, lanjut dia, koperasi yang lahir dari Pokdarwis diharapkan mampu memperluas keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai pasok industri pariwisata.
Dengan tata kelola yang profesional di bawah payung koperasi, unit-unit usaha penunjang pariwisata di pedesaan dapat berkembang lebih masif.
Baca juga: Pokdarwis: Jazz Atas Awan kembali menjadi bagian DCF 2026
"Semoga koperasi yang bertransformasi dari kelompok sadar wisata ini bisa menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan bagi anggota koperasi, masyarakat yang ada di desa dan juga bisa terlibat untuk mengembangkan kegiatan usaha-usaha yang menunjang sektor kepariwisataan," ujarnya.
Disampaikannya, integrasi ini juga dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong pemerataan ekonomi berbasis pariwisata.
"Kerja sama lintas sektor ini diharapkan mampu mengakselerasi program nasional dalam menghidupkan pusat ekonomi baru. Sehingga ikut membantu memenuhi target dari Kementerian Pariwisata untuk menumbuhkan dan mengembangkan desa-desa wisata yang ada di seluruh Indonesia," katanya.
"Koperasi yang bertransformasi dari kelompok sadar wisata ini bisa menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Menkop Ferry Juliantono dalam acara penandatanganan kerja sama integrasi dan transformasi kelembagaan Pokdarwis menjadi koperasi di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu.
Selain itu, lanjutnya, harapannya kolaborasi antara kelompok sadar wisata bertransformasi menjadi koperasi ini bisa menjadi instrumen baru bagi pengembangan kegiatan pariwisata.
Menurut Menkop, penguatan aspek legalitas dengan mengubah Pokdarwis menjadi koperasi bukan hanya bertujuan mengoptimalkan kegiatan pariwisata, melainkan juga untuk menggerakkan seluruh ekosistem dan aktivitas pendukung di sekitarnya.
Baca juga: Pokdarwis diminta aktif promosi desa wisata di medsos
Ferry memastikan langkah standardisasi kelembagaan ini tidak akan berhenti di Belitung. Kementerian Koperasi berkomitmen memberikan pendampingan serupa bagi seluruh Pokdarwis di wilayah lain di Indonesia.
"Insyaallah nanti semua kelompok sadar wisata baik yang memiliki potensi wisata maupun yang lain-lain di daerah yang lain-lain kita akan bantu menjadi berbadan usaha," kata Menkop.
Melalui transformasi ini, lanjut dia, koperasi yang lahir dari Pokdarwis diharapkan mampu memperluas keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai pasok industri pariwisata.
Dengan tata kelola yang profesional di bawah payung koperasi, unit-unit usaha penunjang pariwisata di pedesaan dapat berkembang lebih masif.
Baca juga: Pokdarwis: Jazz Atas Awan kembali menjadi bagian DCF 2026
"Semoga koperasi yang bertransformasi dari kelompok sadar wisata ini bisa menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan bagi anggota koperasi, masyarakat yang ada di desa dan juga bisa terlibat untuk mengembangkan kegiatan usaha-usaha yang menunjang sektor kepariwisataan," ujarnya.
Disampaikannya, integrasi ini juga dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong pemerataan ekonomi berbasis pariwisata.
"Kerja sama lintas sektor ini diharapkan mampu mengakselerasi program nasional dalam menghidupkan pusat ekonomi baru. Sehingga ikut membantu memenuhi target dari Kementerian Pariwisata untuk menumbuhkan dan mengembangkan desa-desa wisata yang ada di seluruh Indonesia," katanya.





