Pidato Hari Kemerdekaan AS, Trump Singgung Paham Komunis Seperti Kanker

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Washington, VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji kekuatan militer AS dan secara terang-terangan menyinggung soal komunis, dalam pidato yang ia sampaikan untuk memperingati Hari Kemerdekaan negara tersebut, Sabtu malam 4 Juli 2026.

Berbicara pada perayaan Salute to America yang menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, Trump menggambarkan AS sebagai “rumah kebebasan” dan “tanah kebebasan.”

Baca Juga :
Trump Ngotot Tetap Pidato di Hari Kemerdekaan Meski AS Dilanda Badai Petir
Trump Sindir Pelayat Ali Khamenei, Klaim Tangisan Jutaan Warga Iran Hanya Air Mata Palsu

Trump berulang kali menyebut komunisme tidak sesuai dengan nilai-nilai Amerika.

"Kita tidak ingin komunis ada di negara kita. Itu tidak pernah berhasil, dan tidak akan pernah berhasil," kata dia, lalu menambahkan bahwa sistem komunis sangat bertentangan dengan kebebasan dan hak konstitusional Amerika.

Mengibaratkan komunisme seperti “kanker”, Trump menegaskan bahwa ideologi yang bertujuan menghapus kepemilikan pribadi dan kelas sosial itu “harus segera dihentikan”.

“Rakyat Amerika tidak boleh lupa bahwa kita adalah bangsa yang bersejarah dan heroik dengan semangat heroik dan tujuan heroik di bumi kita yang indah ini,” kata Trump.

“Tidak seperti banyak negara lain di dunia, di negara ini kita memiliki kebebasan berbicara, kebebasan beragama, keadilan yang setara di mata hukum… dan hak untuk memiliki dan memanggul senjata,” ujar dia.

Trump juga menyoroti tentang hak kepemilikan senjata di AS, dengan mengatakan bahwa dia sangat membela Amandemen Kedua selama masa jabatannya.

Meskipun tidak menyebut tokoh politik tertentu sebagai komunis, tetapi pernyataannya tampaknya merujuk pada beberapa tokoh sosial Demokrat yang memenangi pemilihan pendahuluan Partai Demokrat menjelang pemilihan paruh waktu November mendatang.

Venezuela dan Iran

Lebih lanjut, Presiden AS itu menyoroti apa yang ia gambarkan sebagai perubahan besar dalam perekrutan militer.

“Untuk masuk ke militer kita sekarang itu sulit. Dua tahun lalu, kita tidak bisa mendapatkan pekerjaan, dan sekarang pekerjaan itu melimpah,” ujar Trump.

Trump juga merujuk pada tindakan AS baru-baru ini di luar negeri, khususnya terhadap Iran dan Venezuela, sebagai contoh pembaruan kekuatan Amerika.

“Anda lihat Venezuela, Anda lihat Iran, kita memusnahkannya, memusnahkan militer mereka,” katanya.

Trump kemudian menyebut pembangunan Terusan Panama sebagai simbol pencapaian dan pengorbanan Amerika.

Baca Juga :
Trump Ancam Bisa Habisi Seluruh Pemimpin Iran Saat Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Deretan Bisnis Donald Trump Raup Rp5,1 Triliun dari Negara Teluk, Kripto hingga Properti Jadi Andalan
AS Pertimbangkan Larang Wanita Hamil Masuk, Bidik Praktik Pariwisata Kelahiran di Tengah Polemik Kewarganegaraan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Retakan di Tembok Ditutup-tutupi, Mal Ambruk-Bos Manajemen Malah Lari
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Investasi KEK Membeludak, Pengusaha Dorong Pembenahan Perizinan dan Birokrasi
• 37 menit lalubisnis.com
thumb
Penerbangan Langsung Muscat–Medan Dibuka, Pemerintah Bidik Lebih Banyak Wisatawan Timur Tengah
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Trauma Masa Lalu? Ayu Ting Ting Ungkap Alasan Gak Ngebet Nikah dengan Kevin Gusnadi
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Privy Dorong Integrasi Digital ID untuk Cegah Penipuan Tiket Konser dan Praktik Calo
• 10 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.