Firnando Ganinduto DPR: Evaluasi Danantara di PT Pos Harus Menjadi Momentum Penguatan Tata Kelola Seluruh BUMN

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Ganinduto mengapresiasi langkah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap PT Pos Indonesia hingga menemukan adanya dugaan permasalahan tata kelola, termasuk dugaan rekayasa keuangan.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen Danantara dalam menjalankan fungsi evaluasi secara profesional, transparan, dan akuntabel sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

BACA JUGA: Firnando Ganinduto DPR Desak Bank Segera Kembalikan Rp 28 Miliar Dana Umat Gereja Aek Nabara

Firnando menilai proses evaluasi seperti ini merupakan langkah yang tepat dan perlu terus diperkuat.

Dia menjelaskan Danantara memiliki peran penting dalam melakukan evaluasi, mengidentifikasi potensi risiko, serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan tata kelola di lingkungan BUMN sesuai dengan kewenangannya.

BACA JUGA: Firnando Ganinduto DPR: Demutualisasi Bursa Harus Perkuat Kedaulatan Pasar Modal Nasional

"Oleh karena itu, setiap temuan yang diperoleh melalui proses due diligence maupun evaluasi harus ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku, dengan tetap menghormati proses audit dan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Firnando.

Lebih lanjut, Firnando berharap pendekatan serupa tidak hanya dilakukan pada PT Pos Indonesia, tetapi juga diterapkan secara menyeluruh kepada seluruh BUMN.

BACA JUGA: Doni Akbar DPR: Reposisi Strategis PT Pos Indonesia di Tengah Disrupsi Bisnis Logistik

Menurutnya, di tengah agenda pemerintah untuk melakukan transformasi dan penataan (streamlining) BUMN, penguatan sistem pengawasan menjadi aspek yang sangat penting agar setiap perusahaan negara memiliki tata kelola yang semakin sehat, efisien, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan serta kinerja terbaik bagi masyarakat.

Dia juga menilai sinergi yang telah dibangun antara Danantara dan aparat penegak hukum, termasuk melalui kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), merupakan langkah positif dalam memperkuat upaya pencegahan serta penguatan tata kelola perusahaan.

Dengan pembagian kewenangan yang jelas, setiap institusi dapat menjalankan fungsinya masing-masing secara optimal, sehingga proses evaluasi, pembenahan, maupun penegakan hukum apabila diperlukan dapat berjalan sesuai koridor peraturan perundang-undangan.

Firnando berharap langkah evaluasi yang dilakukan Danantara dapat menjadi titik awal perbaikan sistem yang lebih menyeluruh di lingkungan BUMN.

Menurutnya, transformasi BUMN tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja bisnis, tetapi juga harus dibangun di atas fondasi tata kelola yang baik, sistem pengawasan yang kuat, serta budaya integritas yang mampu mencegah terjadinya persoalan serupa di masa mendatang. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap pengelolaan perusahaan negara dapat terus diperkuat.

Sebagai mitra kerja yang membidangi BUMN, Firnando menegaskan Komisi VI DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja Danantara maupun seluruh BUMN.

Menurutnya, pengawasan yang konsisten merupakan bagian dari tanggung jawab DPR untuk memastikan setiap proses transformasi berjalan secara akuntabel dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

"Kami akan terus memantau dan mengawasi kinerja Danantara serta seluruh BUMN agar tata kelola perusahaan negara semakin baik dan persoalan serupa tidak terulang di kemudian hari. Pada akhirnya, BUMN mengelola aset dan uang rakyat, sehingga setiap kebijakan dan pengelolaannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, profesional, dan akuntabel," ujar Firnando.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jangan Asal Pinjam Kabel Charger! Ini Alasannya
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Gandeng Pakar, Jasa Marga Fokus Tingkatkan Layanan Pengguna Tol
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenkes Pastikan Pelaku Intimidasi Dokter Icha Bisa Diproses Pidana
• 9 jam lalueranasional.com
thumb
PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Presiden Prabowo Besok
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Turki Wanti-wanti Israel Tak Boleh Gagalkan Kesepakatan Damai AS dan Iran
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.