5 Juli 2004: Pemilu Pertama di Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono Terpilih Menjadi Presiden

viva.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Tepat pada 5 Juli 2004, Indonesia telah mencatat sejarah baru dalam dunia politik dengan dilaksanakannya pemilihan umum (Pemilu) yang dilakukan secara langsung oleh rakyat.

Sejak pemilihan pada 1955, Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia tidak pernah dipilih langsung oleh rakyat melainkan oleh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melalui sidang umum.

Baca Juga :
Soal Safari Politik Jokowi, Gerindra: Pemilu Masih Lama, Kita Fokus Dulu Kerja untuk Rakyat
Prabowo Pimpin HUT Bhayangkara ke-80, Jokowi dan Jusuf Kalla Kompak Hadir di Cikeas

Pada Pemilu 2004 dilaksanakan dengan sistem yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dimana rakyat memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung dan bukan lagi dipilih oleh anggota MPR.

Selain itu, rakyat juga memilih wakilnya sebagai anggota DPR, DPRD dan DPD.

Ketentuan Pemilu 2004

Sistem pemilihan presiden dan wakil presiden Indonesia dilakukan secara langsung setelah adanya amandemen Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) yang ketiga pada 2001.

Pada Pasal 6A Ayat (1) UUD 1945 berbunyi presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat.

Ilustrasi pemilihan umum
Photo :
  • VIVA/Agus Setiawan

Kemudian, pada 31 Juli 2003 Presiden Megawati Soekarnoputri mengesahkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

Berdasarkan Pasal 5 Ayat (4), partai politik atau gabungan partai politik baru bisa mengusulkan pasangan calon presiden dan wakil presiden jika berhasil mengantongi minimal 15 persen kursi di DPR atau 20 persen suara sah nasional pada pemilu legislatif.

Untuk memenangkan pemilihan presiden, pasangan calon harus meraih lebih dari 50 persen total suara, dengan sebaran minimal 20 persen suara di lebih dari separuh jumlah provinsi di Indonesia.

Jika target tersebut tidak terpenuhi oleh satu pasangan calon pun, pemilu akan berlanjut ke putaran kedua yang hanya menyisakan dua pasangan calon dengan perolehan suara tertinggi untuk dipilih kembali oleh rakyat.

Sementara itu, pemilihan umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003.

Namun, legalitas revisi aturan pemilu legislatif kala itu dipayungi oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2004, pemerintah resmi menetapkan Perppu Nomor 2 Tahun 2004 menjadi undang-undang.

Langkah ini diambil guna memperbarui sejumlah ketentuan dalam tata cara pemilihan umum anggota DPR, DPD, serta DPRD.

Pemilu untuk memilih Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota dilaksanakan dengan sistem perwakilan berimbang (proporsional) dengan sistem daftar calon terbuka.

Baca Juga :
Bukan Sekadar Lolos DPR, Jokowi Minta PSI Kejar Target Lebih Besar pada 2029
PSI Mesuji Targetkan Raih Kursi Legislatif di Setiap Dapil
Jokowi Pede PSI Masuk DPR pada 2029, Beberkan Kuncinya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komdigi Bidik Kecepatan Internet 100 Mbps, Pulau Jawa Masih Punya Blank Spot
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Viral Pemotor Ngaku Tentara saat Terobos Trotoar, Ternyata Karyawan Marketing
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Enam pemain Persija masuk dalam TC timnas Indonesia di Bali
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa Bandung 6 Juli 2026
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ketika Skripsi Diganti Artikel: Membangun Budaya Riset atau Mengejar Publikasi?
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.