Komdigi Bidik Kecepatan Internet 100 Mbps, Pulau Jawa Masih Punya Blank Spot

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komfigi menargetkan kecepatan internet nasional mencapai rata-rata 100 Mbps. Target tersebut akan ditempuh melalui percepatan pembangunan infrastruktur digital, peningkatan investasi operator telekomunikasi, hingga perluasan akses internet ke wilayah pinggiran.

Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria mengatakan akses internet berkualitas kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan internet yang lebih cepat, merata, dan terjangkau di seluruh Indonesia.

"Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira-kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah," kata Nezar dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (5/7).

Menurut Nezar, peningkatan kualitas konektivitas menjadi bagian dari strategi Kemkomdigi melalui visi Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Infrastruktur digital yang semakin baik diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital, peningkatan produktivitas masyarakat, serta perluasan layanan publik berbasis digital.

Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian Kkomdigi mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi meningkatkan belanja modal untuk memperluas pembangunan jaringan. Ini termasuk melalui pengembangan serat optik, penguatan layanan fixed broadband, hingga pemanfaatan teknologi satelit untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal.

"Kemarin kita juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah-daerah pinggiran. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik," ujarnya.

Meski demikian, Nezar mengakui pemerataan akses internet masih menjadi tantangan besar. Laporan mengenai wilayah yang belum terjangkau sinyal atau blank spot masih ditemukan, bahkan di sejumlah daerah di Pulau Jawa yang selama ini dikenal memiliki infrastruktur telekomunikasi relatif lebih baik dibanding wilayah lain.

"Kita harus menutup kesenjangan infrastruktur dan konektivitas yang masih ada, termasuk mengatasi wilayah-wilayah yang masih mengalami blank spot," tegasnya.

Sebagai solusi, pemerintah mengembangkan pendekatan yang lebih terpadu dalam pembangunan konektivitas nasional. Selain melanjutkan pembangunan infrastruktur di wilayah tertinggal melalui berbagai program pemerintah, penguatan jaringan juga dilakukan melalui kombinasi serat optik, layanan broadband tetap, serta konektivitas satelit agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin andal.

Nezar menambahkan, kebutuhan masyarakat terhadap layanan telekomunikasi terus meningkat. Bahkan saat terjadi bencana, pemulihan jaringan komunikasi menjadi salah satu kebutuhan yang paling mendesak setelah bantuan logistik.

"Ketika terjadi bencana, selain permintaan bantuan makanan, masyarakat juga meminta pemulihan sinyal. Itu menunjukkan konektivitas sudah menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Karena itu, pemerintah peningkatan kualitas infrastruktur telekomunikasi bersama para operator dan pemangku kepentingan. Ia mengharapkan, transformasi digital dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perjalanan Presiden Terpilih Peru Keiko Fujimori, Pernah 3 Kali Kalah Pilpres
• 6 jam laludetik.com
thumb
Info Cuaca BMKG: Jakarta Cerah Hari Ini
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Haaland Sebut Gol-golnya ke Gawang Brasil Sebagai Anugerah Tuhan
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pilu Ojol Perempuan Tunarungu di Medan Ditabrak, Dicuri pula Motornya
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Bandara Husein Sastranegara Siap Beroperasi Lagi, Pemkot Bandung Kejar Perbaikan Infrastruktur
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.