Grid.ID - Baru-baru ini publik dihebohkan dengan penemuan jasad wanita tanpa busana yang membusuk di dalam sumur mati di Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Setelah ditelusuri, jasad wanita itu bernama Siti Munawaroh (24).
Polisi menyebut Siti Munawaroh adalah korban pembunuhan sadis dua orang laki-laki bernama Rofiq (26) dan Humaidi (19), yang keduanya merupakan warga Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Kini, dua pelaku itu telah ditangkap polisi dan mengakui perbuatannya.
Lantas bagaimana kronologi penemuan jasad wanita tanpa busana di sumur Probolinggo? Simak penjelasannya.
Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana di Sumur Probolinggo
Seorang wanita bernama Siti Munawaroh (24) ditemukan tewas membusuk tanpa busana di dalam sumur di Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Siti diketahui dibunuh oleh teman di aplikasi kencan yang bernama Rofiq (26) dan Humaidi (19).
Dua pelaku pembunuhan itu ditangkap Satreskrim Polres Probolinggo dalam waktu kurang dari 24 jam setelah jasad korban dievakuasi. Melansir TribunProbolinggo.com, kasus pembunuhan itu bermula saat korban dan pelaku Rofiq berkenalan di jagat maya melalui aplikasi kencan OMI.
Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif menyebut keduanya melanjutkan komunikask lewat Aplikask WhatsApp hingga akhirnya mereka sepakat untuk bertemu pada Sabtu (30/5/2026). Saat itu, pelaku beralasan ingin mengajak korban ke rumahnya untuk dikenalkan kepada orang tua.
"Sekitar pukul 20.00 WIB, korban dan kedua pelaku bertemu di wilayah Kota Probolinggo. Modus pelaku adalah mengajak korban ke rumahnya dengan alasan ingin mengenalkan korban kepada orang tuanya," ujar AKBP Latif saat memberikan keterangan pada Sabtu (4/7/2026).
Saat itu, korban dibonceng oleh Rofiq menggunakan sepeda motor milik korban sendiri. Sementara itu, pelaku lainnya, Humaidi, membuntuti dari belakang dengan mengendarai sepeda motor terpisah.
Di sinilah petaka terjadi, Rofiq mendadak menghentikan sepeda motornya dengan dalih ingin buang air kecil. Namun tiba-tiba, ia menjerat leher korban menggunakan tali hingga meninggal dunia.
"Setelah buang air kecil itulah, pelaku langsung bergerak cepat menjerat leher korban menggunakan tali yang memang sudah mereka siapkan sebelumnya," jelas AKBP Latif.
Awalnya, pelaku menyembunyikan jasad korban di semak-semak sekitar kebun pisang di lokasi pembunuhan. Setelah itu, ia dengan kejam membuang jasad wanita itu ke sumur mati.
Pelaku Bakar Motor Korban
Aksi keji pelaku tak berhenti sampai di situ, mereka diketahui membawa kabur sepeda motor milik korban menuju Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk. Di sana, mereka berusaha keras menghapus seluruh bukti kejahatan.
"Tak hanya membongkar kendaraan milik korban saja, bodi kendaraan tersebut juga dibakar berbarengan dengan tali yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Mereka sengaja melakukannya demi menghilangkan jejak kejahatan," pungkas AKBP Latif.
Ngaku Lakukan Pelecehan ke Jasad Korban
Melansir TribunBatam.Id, pelaku mengaku melakukan pelecehan pada korban usai meninggal dunia. Mereka melucuti seluruh pakaian korban, lalu menyetubuhi jenazah wanita malang itu secara bergantian.
"Sekitar pukul 23.00 WIB pada malam kejadian, kedua pelaku ini balik lagi ke lokasi. Mereka membawa jenazah korban ke sebuah sumur mati di tengah kebun sengon," ungkap AKBP Latif, Sabtu (4/7/2026).
Dari hasil penyidikan polisi, modus operandi yang dipakai pelaku untuk menjebak korban terbilang sangat licik. Bagaimana tidak, pelaku meminta korban berpura-pura menjadi kekasihnya untuk diperkenalkan kepada orang tuanya.
Korban awalnya tergiur diajak pergi karena diiming-imingi uang tunai sebesar Rp500 ribu oleh tersangka Rofiq. Namun, semua itu hanyalah kedok semata. Motif utama dari kedua pelaku adalah murni ingin merampas harta benda berharga milik korban. Kini pelaku telah berhasil dibekuk kepolisian.
"Pelaku berhasil kami amankan setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif yang mengarah kuat kepada pelaku Rofiq. Saat diamankan, Rofiq akhirnya mengakui semua perbuatannya dan mengaku mengeksekusi korban bersama temannya (Humaidi)," pungkas AKBP Latif.
Demikianlah kronologi penemuan jasad wanita tanpa buaana di sumur Probolinggo. (*)
Artikel Asli




