jpnn.com, BANDUNG - Mahasiswi Telkom University, Nadira Az Zahra (21 tahun), sampai hari ini masih belum ditemukan, pascakeluarga melaporkan putrinya pergi meninggalkan rumah untuk berangkat kuliah pada Selasa (30/6).
Perwakilan keluarga, Budhi Purwana Yodhaswara mengatakan, keluarga masih berupaya melakukan pencarian terhadap Nadira.
BACA JUGA: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pemerkosa Siswi SMP di Bandung, Satu Berstatus Anak
"Masih belum ditemukan," kata Budhi saat dihubungi, Minggu (5/7).
Nadira pertama kali dilaporkan hilang sejak meninggalkan rumah pada Selasa sekitar pukul 10.00 WIB.
BACA JUGA: Nenek Hilang di Hutan Lingga Ditemukan dalam Kondisi Selamat
Saat ini, pihak keluarga terus berupaya melakukan pencarian bersama aparat kepolisian dan sejumlah pihak lainnya untuk bisa menemukan Nadira.
"Kami sangat menghargai setiap bantuan yang diberikan berbagai pihak, termasuk dalam hal penyebaran informasi yang akurat," ujarnya.
BACA JUGA: Rekonstruksi Kasus Penyekapan Terhadap YTR Digelar di Polda Jabar, Ini Alasan Polisi
Kata Budhi, Nadhira meninggalkan rumah dengan tujuan pergi kuliah di kampus Telkom University, Jalan Telekomunikasi, Bojongsoang, Kabupaten Bandung.
Saat pergi, Nadira diketahui mengenakan baju kemeja putih lengan panjang, celana jeans hitam, kerudung cream, tas ransel kuliah berwarna cream.
Isi tas ransel: Laptop, tab, dan Nadira membawa HP.
Nadira memiliki ciri-ciri tinggi sekitar 165 cm, berat 55 kg, kulit sawo matang cenderung putih, dan berambut lurus.
Nadira merupakan mahasiswi Telkom University, Fakultas llmu Terapan (FIT), Prodi SIKC (Sistem Informasi Kota Cerdas), Angkatan 2025.
"Kami mohon bantuan dan doa dari semua pihak agar Nadira dapat ditemukan dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga. Kami juga berterima kasih dan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang terus membantu kami dalam upaya menemukan Nadira," terangnya.
Sementara itu, Head of Secretary and Public Relations Telkom University, Roosdiana Noor Rochmah, membenarkan bahwa Nadhira merupakan mahasiswi aktif di kampus mereka dan keberadaannya belum diketahui hingga saat ini.
Roosdiana menjelaskan, berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak keluarga, kronologi hilangnya mahasiswi angkatan 2025 tersebut bermula ketika ia berpamitan untuk pergi ke kampus.
"Pada Selasa, 30 Juni sekitar pukul 10.00 WIB, yang bersangkutan berpamitan kepada orang tuanya untuk berangkat ke kampus menggunakan layanan ojek online," kata Roosdiana.
Namun, selang beberapa jam kemudian, pihak keluarga mulai kehilangan kontak dengan Nadhira.
Nomor telepon seluler Nadhira pun mendadak tidak bisa dihubungi sejak pukul 12.00 WIB di hari yang sama.
Lantaran tak kunjung pulang dan tanpa kabar, orang tua Nadhira lantas mendatangi kampus pada Kamis (2/7).
Kedatangan mereka diterima langsung oleh pihak Direktorat Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni (Ditmawa/KKA) untuk berkoordinasi.
"Orang tua Nadhira telah bertemu dengan Ditmawa/KKA untuk berkoordinasi terkait informasi pendukung dalam rangka penelusuran saudari Nadhira," ucapnya.
Dia menegaskan, manajemen Telkom University begerak cepat dengan menjalin komunikasi bersama keluarga, serta aparat berwenang demi memastikan proses pencarian berjalan maksimal.
Roosdiana juga mengimbau seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas untuk membantu menyebarkan informasi kehilangan ini. Namun, dengan tetap menjaga ruang privasi keluarga.
"Kami mengajak seluruh sivitas akademika Telkom University dan masyarakat untuk turut membantu menyebarluaskan informasi ini dengan tetap mengedepankan etika, menghormati privasi keluarga, serta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," pungkasnya.(mcr27/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina




