VIVA – Siapa pun yang sempat meragukan format baru Piala Dunia 2026 kini tampaknya harus mengubah pendapatnya. Penambahan peserta menjadi 48 tim sempat diprediksi akan membuat kualitas pertandingan menurun dan fase gugur kehilangan tensi. Yang terjadi justru sebaliknya.
Babak 32 besar menghadirkan salah satu fase paling dramatis dalam sejarah Piala Dunia. Hampir setiap hari penonton disuguhi gol-gol penentu di menit akhir, perpanjangan waktu, adu penalti, hingga tumbangnya sejumlah raksasa sepak bola dunia.
Tak hanya menghadirkan hiburan, fase ini juga menunjukkan bahwa jarak kualitas antarnegara kini semakin tipis. Tim-tim unggulan tak lagi bisa menang dengan mudah, sementara negara yang selama ini dipandang sebagai kuda hitam justru tampil tanpa rasa takut.
Dari 16 pertandingan yang berlangsung, lima laga harus diselesaikan lewat babak tambahan waktu, sedangkan tiga lainnya berakhir melalui adu penalti. Sebanyak 47 gol tercipta sepanjang babak 32 besar atau hampir tiga gol di setiap pertandingan.
Yang paling mencuri perhatian adalah banyaknya pertandingan yang baru ditentukan menjelang peluit panjang berbunyi. Delapan dari 13 laga pertama babak gugur baru menemukan pemenangnya pada 10 menit terakhir waktu normal, extra time, ataupun adu penalti.
Drama tersebut membuat babak 32 besar terasa seperti final yang berlangsung setiap hari.
Salah satu pertandingan paling luar biasa terjadi ketika Belgia menghadapi Senegal.
Saat laga memasuki lima menit terakhir waktu normal, Belgia masih tertinggal dua gol. Situasi yang tampaknya mustahil dibalik justru berubah menjadi salah satu comeback terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.
Romelu Lukaku membuka asa sebelum Youri Tielemans menyamakan skor. Ketika pertandingan memasuki menit ke-125, Tielemans kembali menjadi pahlawan lewat eksekusi penalti yang sukses mengubah skor menjadi 3-2.
Gol tersebut tercatat sebagai gol paling larut dalam sejarah Piala Dunia sekaligus mengantarkan Belgia lolos secara dramatis.
Portugal juga nyaris mengalami nasib serupa.
Melawan Kroasia, pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan sebelum Goncalo Ramos mencetak gol melalui sundulan pada masa injury time. Kroasia sebenarnya sempat membalas, tetapi gol tersebut dianulir karena offside.





