VIVA – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau akrab disapa Om Zein masih menjadi sorotan publik setelah memperkenalkan lagunya ‘Lalaki Langit Lalanang Bejad’ yang menuai polemik.
Lagu berbahasa Sunda ini dinilai mengandung lirik yang merendahkan perempuan dan tidak mencerminkan nilai-nilai budaya Sunda.
Setelah viral di media sosial, sejumlah publik figur juga memberikan kritik terhadap lagu tersebut seperti anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya.
Hingga kini gelombang reaksi dari netizen masih terus bermunculan, tak sedikit netizen yang mendatangi akun Instagram Om Zein untuk menyampaikan kritik.
Baru-baru ini, Om Zein mengunggah video kegiatannya pada akun Instagram miliknya, @omzein_bupatiaing.
Video tersebut menampilkan kegiatannya yang sedang touring motor bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan sejumlah pejabat daerah lainnya, seperti Bupati Depok Supian Suri dan Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian.
Dalam unggahannya, ia menuliskan tuliskan keterangan “Mendampingi KDM otewe Jogjakarta,”.
Dengan mengenakan balaclava,Bupati Purwakarta itu menerangkan dirinya sedang mendampingi Kang Dedi Mulyadi bepergian menuju Yogyakarta dengan mengendarai motor.
“Om Zein sedang mendampingi pak Gubernur menuju Yogyakarta. Namun kali ini tidak menggunakan pesawat dan tidak menggunakan kendaraan roda empat, tapi menggunakan kendaraan roda dua,” ungkap Saepul Bahri Binzein pada unggahannya di akun Instagram @omzein_bupatiaing.
- Instagram @omzein_bupatiaing
Sambil beristirahat, Ia juga menyapa Supian Suri dengan menanyakan posisinya kala itu.
“Dan saat ini sudah sampai Banjarnegara. Ini juga Bupati Depok (Supian Suri) sama-sama mendampingi pak Gubernur dan Bupati Cianjur. Ini lagi istirahat pak Gubernur,” ujarnya.
“Istirahat sejenak untuk mendinginkan ban,” sambungnya.
Menanggapi unggahannya, tak sedikit warga Purwakarta yang memberikan reaksi ketus dengan mempertanyakan maksud dan tujuan dari kegiatannya.
Mereka menyindir Bupati itu agar segera menuntaskan pekerjaannya di Purwakarta.
“Diam dong Pak di Purwakarta. Anda kan punya pekerjaan sendiri, punya tugas sendiri di Purwakarta. Urus itu Purwakarta, lihat sudah ada kerjanya atau belum di Purwakarta. Pengaspalan jalan saja masih milih-milih, bikin pusing aja. Ngikutin KDM terus sih,” sindir netizen dalam Bahasa Sunda.





