Kenapa Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Baru Digelar setelah Empat Bulan Meninggal?

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com – Prosesi pemakaman kenegaraan untuk melepas kepergian Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei dipastikan berlangsung di bawah pengawalan militer dan penjagaan yang super ketat.

Di tengah ketegangan geopolitik yang memuncak, Iran secara selektif hanya mengizinkan delegasi negara tertentu untuk hadir, di mana Pemerintah Indonesia menjadi salah satu yang resmi mengirimkan perwakilannya.

Berdasarkan data yang dihimpun, Teheran mengambil sikap tegas dengan memboikot serta enggan memberikan undangan kepada negara-negara sekutu Amerika Serikat (AS) dan blok Barat.

Tangis haru warnai kediaman Duta Besar Republik Islam Iran atas wafatnya pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di jalan Madiun No. 1, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2026)
Sumber :
  • Julio Trisaputra/tvOnenews

Kementerian Luar Negeri Iran mengharamkan kehadiran negara yang dinilai mengambil posisi "tidak pantas" atau terkesan membela agresi militer AS dan Israel yang berujung pada gugurnya sang Ayatollah.

Tak hanya itu, Washington dilaporkan sempat melancarkan kampanye diplomatik bawah tanah untuk menekan sejumlah negara di Eropa Timur dan Asia Timur agar ikut memboikot acara tersebut.

Meski ditekan blok Barat, prosesi penghormatan terakhir yang berpusat di Teheran ini tetap diserbu oleh puluhan delegasi negara sahabat.

Terhitung ada lebih dari 90 negara yang hadir mengirimkan pejabat tingginya, termasuk perwakilan dari Rusia, Pakistan, China, hingga negara-negara Timur Tengah.

Dari puluhan delegasi tersebut, sosok Rolliansyah Soemirat hadir sebagai utusan resmi untuk mewakili Pemerintah Indonesia.

Rolliansyah Soemirat yang merupakan Duta Besar (Dubes) RI untuk Iran, ditunjuk secara khusus guna memberikan penghormatan terakhir dalam rangkaian prosesi pemakaman kenegaraan tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang membenarkan bahwa Jakarta telah menerima undangan resmi dan sangat mengapresiasi ikatan diplomatik yang ditunjukkan oleh pihak Teheran.

Arak-arakan Akbar 6 Hari di Dua Negara, AS Dipaksa Menunggu

Jutaan warga Republik Islam dilaporkan telah membanjiri jalanan untuk mengantarkan mantan Pemimpin Tertinggi itu ke tempat peristirahatan terakhirnya yang dijadwalkan pada 9 Juli 2026 mendatang.

Ritual duka ini sekaligus dikemas sebagai panggung unjuk kekuatan regional bahwa rezim Iran sama sekali tidak runtuh pasca-serangan bom empat bulan lalu.

Jasad Ali Khamenei direncanakan akan menempuh rute arak-arakan suci selama enam hari melintasi enam titik bersejarah di dua negara, yakni Iran dan Irak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Truk Box Terguling Timpa Motor di Lampu Merah Gresik, Pengendara Selamat Berkat Aksi Nekat Lompat
• 7 jam laluberitajatim.com
thumb
Stale Solbakken minta Norwegia tak gentar pada nama besar Brasil
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
KLH: Penyelidikan Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin Dilakukan Setelah Pemadaman Selesai
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Tidak Dipermanen Persik, Adrian Luna Gagal Ikuti Jejak Ronald Fagundez
• 3 jam lalubola.com
thumb
Ouahbi Ungkap Perubahan pada Babak Kedua Kunci Maroko Singkirkan Kanada di Babak 16 Besar
• 15 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.