Daya Tarik Saham Konsumer kala Asing Rebalancing Lepas ICBP hingga MYOR

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Investor asing terpantau masih cenderung berhati-hati dalam mengakumulasi saham sektor konsumer Indonesia meski fundamental perusahaan mulai membaik.

Berdasarkan catatan Sinarmas Sekuritas sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd), saham dengan arus keluar dana asing terbesar adalah ICBP sebesar Rp962 miliar, disusul CMRY Rp513 miliar, UNVR Rp431 miliar, MYOR Rp367 miliar, dan SIDO Rp201 miliar. Hanya INDF yang masih mencatatkan arus masuk dana asing sebesar Rp58 miliar.

Equity Research Analyst Sinarmas Sekuritas Vita Lestari menjelaskan arus keluar dana asing tersebut lebih banyak dipicu oleh penyesuaian portofolio global dan perubahan komposisi indeks saham internasional, bukan karena pelemahan fundamental emiten.

"Kami tidak melihat minimnya partisipasi investor asing sebagai sinyal negatif. Secara historis, investor asing biasanya baru meningkatkan eksposurnya setelah pemulihan laba perusahaan terlihat lebih jelas," tulis Vita, dikutip Minggu (6/7/2026).

Baca Juga : Saham CMRY, MYOR, SIDO Masuk Radar Sinarmas Sekuritas Walau Daya Beli Masih Lemah

Prospek sektor konsumer juga dinilai semakin membaik seiring turunnya harga komoditas utama seperti kakao, kopi, dan gula yang berpotensi meningkatkan margin keuntungan perusahaan. Di sisi permintaan, program MBG dan bantuan sosial pemerintah diperkirakan tetap menopang konsumsi produk makanan pokok, nutrisi, dan kesehatan.

Selain fundamental perusahaan, Sinarmas Sekuritas menilai posisi Indonesia dalam indeks saham global seperti MSCI, FTSE Russell, dan S&P Dow Jones Indices akan menjadi faktor penting yang menentukan arus dana asing ke depan.

Perubahan penilaian terhadap aksesibilitas pasar maupun bobot Indonesia dalam indeks global dapat memengaruhi likuiditas perdagangan, valuasi saham, hingga arus investasi asing.

Jika Indonesia memperoleh penilaian yang lebih baik dari penyedia indeks global, kepercayaan investor diperkirakan meningkat sehingga dapat mempercepat masuknya kembali dana asing dan pemulihan valuasi saham sektor konsumer.

Sebaliknya, penurunan status aksesibilitas pasar berpotensi memicu penyesuaian portofolio investor global yang berdampak pada meningkatnya volatilitas harga saham.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ngeri! 2 Truk Adu Banteng di Lumajang Terekam CCTV, Sopir Terpental Masuk Selokan
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Detik-detik Mengerikan Anggota TNI Ditikam saat Lerai Keributan di THM Mamuju
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
BeauPicks: 5 Rekomendasi Sandal Stylish untuk Hangout Santai
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Harga Beras Naik, Cabai Merosot hingga 5 Persen
• 10 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Video: Relaksasi Premi, Dukungan LPS ke Bank Terdampak Banjir Sumatra
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.