Sudah hampir sepekan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, tak kunjungan padam. Beragam cara dilakukan pemerintah daerah (pemda) dan pemerintah pusat untuk menghentikan si jago merah.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin masih belum padam sejak asap membubung tinggi pada Selasa (30/6) lalu. Pemkab Tangerang telah menetapkan status tanggap darurat sejak tanggal 1 hingga 14 Juli 2026 karena kebakaran di lokasi meluas.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 40% wilayah yang terbakar di TPA Jatiwaringin telah padam. Petugas masih terus berupaya memadamkan sisanya.
"Saat ini 40% dari daerah terbakar sudah padam dan dilakukan pendinginan, upaya pemadaman melalui jalur darat maupun jalur udara masih dilakukan untuk 60% daerah terbakar yang masih belum padam meski sudah bisa dikendalikan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).
Sejauh ini upaya BNPB memadamkan api yakni lewat dua helikopter water bombing. Jumlahnya akan ditambah pada Senin (6/7), sehingga menjadi empat helikopter.
"BNPB akan menambah 2 unit heli water bombing, sehingga total menjadi 4 unit, yang akan direposisi besok untuk mempercepat upaya pemadaman," ungkapnya.
Terkait operasi modifikasi cuaca (OMC), belum bisa dilakukan BNPB selama sepekan ke depan karena faktor cuaca. Namun, satu pesawat untuk melakukan OMC tetap disiagakan.
"Operasi modifikasi cuaca belum memungkinkan untuk dilakukan hingga 7 hari ke depan dikarenakan tidak adanya awan hujan yang memadai. Meskipun demikian BNPB tetap menyiagakan 1 unit pesawat OMC yang siap untuk beroperasi jika awan hujan tersedia," tuturnya.
232 Orang Mengungsi
Kebakaran yang tak kunjungan padam selama 6 hari turut berdampak besar kepada warga sekitar TPA Jatiwaringin. Total ada 232 jiwa mengungsi akibat kebakaran ini.
"232 jiwa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar untuk menghindari dampak buruk asap pekat kebakaran," kata Abdul Muhari.
Berikut ini rincian warga yang mengungsi:
- Anak-anak 60
- Lansia 7
- Ibu hamil 1
- Dewasa 137
- Balita 26
- Difabel 1
(rfs/maa)





