Jelang Uji Coba Proyek MLFF, BPJT Perkuat Koordinasi dengan Roatex 

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terus memperkuat koordinasi dengan PT. Roatex Indonesia Toll System (RITS) sebagai Badan Usaha Pelaksana untuk melakukan pra uji coba proyek multi lane free flow (MLFF) atau sistem bayar tol tanpa setop. Koordinasi itu terkait persiapan teknis skenario-skenario untuk pra uji coba sistem MLFF.

“Kita sedang persiapan untuk menyiapkan ke arah sana secara teknis skenario-skenario yang akan diujicobakan,” ujar Kepala BPJT Ni Komang Rasminiati, Jakarta, dikutip pada Minggu, 5 Juli 2026.

Komang tidak memberikan target waktu pasti kapan pra uji coba ini akan dilakukan. “Ya, kalau persiapannya sudah cukup matang, baru kita bisa menentukan targetnya kapan bisa dilakukan pra uji coba,” ujar Ni Komang. 

Demikian juga dengan lokasi pra uji coba yang belum ditentukan. Nantinya, kata dia, lokasi pra uji coba MLFF akan ditentukan berdasarkan skenario-skenario yang sudah disusun. 

Direktur PT RITS Renaldi Utomo mengatakan perusahaan terlibat dalam penyusunan skenario teknis untuk pelaksanaan pengujian tersebut. Berbagai kemungkinan kondisi di lapangan sedang dibahas sebagai bagian dari persiapan.

Menurut Renaldi, koordinasi antara pemerintah dan investor berjalan baik. Dia juga menilai pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan proyek MLFF.

Sebagai investor dan mitra pemerintah dalam proyek tersebut, RITS masih menunggu keputusan terkait lokasi dan waktu pelaksanaan uji coba. Bali yang sejak awal direncanakan sebagai lokasi percontohan masih menjadi salah satu opsi, meski pengujian juga bisa dilakukan di ruas tol lain.
 

Baca Juga :

Uji Coba MLFF Berlanjut, Investor Tunggu Arahan Pemerintah soal Skenario Testing

Renaldi menjelaskan kontrak kerja sama yang dimiliki RITS sejak menerima surat perintah kerja pada 15 Maret 2022, tetap mengacu pada konsep MLFF. Namun, dalam masa transisi, sistem gerbang tol dengan palang masih dimungkinkan untuk digunakan.

"Kami memang sudah sepakat bahwa dalam proses transisi ini masih mempergunakan barrier. Jadi ada konsep transisi dan ada konsep akhir sesuai desain MLFF. Keputusan akhirnya tentu berada di pemerintah dan kami mendukung," kata Renaldi.

Ilustrasi lalu lintas jalan tol. Dok. Istimewa

Menurut dia, penyusunan skenario dan pengujian menjadi tahapan penting sebelum pemerintah mengambil keputusan terkait implementasi MLFF secara lebih luas. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan dan mempercepat transaksi di jalan tol.

Di sisi lain, implementasi MLFF dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya volume lalu lintas dan kebutuhan pengelolaan transaksi jalan tol yang lebih efisien. Namun, penerapannya perlu dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur di setiap ruas tol.

Pengamat transportasi dari Politeknik Transportasi Jalan, Anton Budiharjo, mengatakan sistem MLFF merupakan keniscayaan bagi pengelolaan jalan tol di masa depan. Selain mampu mempercepat arus kendaraan, sistem berbasis transaksi elektronik tersebut dinilai memudahkan pengawasan dan pengelolaan data oleh pemerintah. 

“Volume lalu lintas terus meningkat. Dengan pembayaran berbasis elektronik, seluruh transaksi akan tercatat secara digital sehingga pengawasan menjadi lebih mudah. Jika ke depan ada kebijakan baru seperti pajak jalan tol, perhitungannya juga akan lebih sederhana karena seluruh data sudah terekam secara elektronik,” ujar Anton. 

Menurut dia, pemerintah dapat memulai implementasi MLFF di wilayah yang memiliki kesiapan infrastruktur paling baik, seperti Jakarta. Namun, uji coba sebaiknya tidak langsung diterapkan di seluruh gerbang tol, melainkan dimulai pada satu gerbang terlebih dahulu.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat dapat merasakan manfaat sistem yang memungkinkan kendaraan melintas tanpa berhenti untuk melakukan transaksi. Setelah berjalan baik, cakupan penerapan dapat diperluas secara bertahap ke gerbang-gerbang lainnya.

“Mulai dari satu gerbang dulu. Kalau masyarakat sudah merasakan kemudahannya, baru diperluas menjadi dua, tiga, hingga seluruh gerbang. Dalam jangka sekitar lima tahun, seluruh gerbang tol bisa menerapkan sistem multi lane free flow,” kata Anton.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mampukah Inggris Taklukkan Meksiko di Kandangnya? Ini Prediksi Skor, Head to Head, dan Susunan Pemain Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Lama Menghilang hingga Dicari-cari Fans Persija, Pekerjaan Baru Marko Simic Bikin Pangling
• 14 menit laluviva.co.id
thumb
Mimpi Bertemu 7 Hewan Ini Bisa Jadi Isyarat Bahaya, Begini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Penelitian ungkap cara otak mengenali kebutuhan nutrisi tubuh
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Ini Motif Keji 2 Pelaku Bunuh dan Perkosa Mayat Wanita Dalam Sumur di Probolinggo
• 12 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.