Terkini, Makassar — Klinik Gigi Daengtisia menggelar Pelatihan Pembuatan Gigi Palsu Lepasan yang Stabil pada Sabtu (4/7/2026) di Meeting Room Klinik Gigi Daengtisia Cabang Antang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Daengtisia Learning Center dan mendapat dukungan dari PDGI Cabang Makassar serta Prodi Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (FKG UNHAS).
Pelatihan menghadirkan Ketua PDGI Kota Makassar sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Prostodonsia FKG UNHAS, Dr. drg. Irfan Dammar, Sp. Pros., Subsp. MFP (K), sebagai narasumber utama dengan mengangkat tema “One Impression, One Success”.
Direktur Human Capital Daengtisia Grup Indonesia, Wa Ode Sri Andriani, S.K.M., M.K.M., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Daengtisia dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi melalui penguatan kompetensi tenaga medis.
Menurutnya, pembuatan gigi palsu lepasan merupakan tindakan yang membutuhkan ketelitian tinggi sejak tahap awal. Kesalahan pada proses pencetakan dapat berdampak pada kenyamanan pasien, ketepatan hasil perawatan, hingga munculnya keluhan setelah pemasangan.
“Kami melihat bahwa banyak keluhan pasien bukan semata-mata pada hasil akhir, tetapi berawal dari proses awal yang kurang presisi dan kurang komunikatif. Karena itu, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi teknis sekaligus profesionalisme klinis dokter gigi kami,” ujar Bu Arin.
Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi utama, yaitu Clinical Masterclass yang membahas aspek klinis pencetakan gigi palsu lepasan serta Laboratory Masterclass yang membahas aspek teknis pembuatan gigi palsu.
Kegiatan dikemas melalui diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung agar peserta dapat memahami proses secara menyeluruh.
Sebanyak 14 dokter gigi umum dari jaringan Klinik Gigi Daengtisia mengikuti kegiatan ini. Pelatihan juga dihadiri oleh 2 dokter gigi Komite Medik Daengtisia, 4 perawat gigi, dan 2 tekniker gigi.
Bu Arin menjelaskan bahwa tema “One Impression, One Success” memiliki makna bahwa satu proses pencetakan yang tepat, presisi, dan beretika akan menentukan keberhasilan keseluruhan perawatan.
“Kesalahan pada tahap awal dapat berdampak panjang. Karena itu, kualitas harus dibangun sejak kesan dan tindakan pertama. Proses pencetakan yang benar akan sangat menentukan kenyamanan pasien saat menggunakan gigi palsu,” jelasnya.
Ia menilai kehadiran Dr. drg. Irfan Dammar, Sp. Pros., Subsp. MFP (K) memberikan nilai penting bagi peserta karena materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga menekankan komunikasi dokter-pasien, keselamatan pasien, dan profesionalisme dalam pelayanan.
Pelatihan ini juga mendapat dukungan resmi dari PDGI Cabang Makassar melalui surat rekomendasi kegiatan Nomor 009/B/PDGI Cab.MKS/VII/2026. Dukungan tersebut dinilai menjadi bentuk sinergi yang positif antara institusi pelayanan kesehatan, organisasi profesi, dan dunia akademik.
“Daengtisia ingin tumbuh bersama PDGI dalam meningkatkan mutu dokter gigi muda dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kolaborasi ini sangat sejalan dengan semangat bertumbuh yang menjadi nilai penting di Daengtisia,” tutup Bu Arin.




