Ungkit Perang Iran, Amerika Klaim Menjadi Negara Paling Berjasa Angkat Martabat Umat Manusia

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim negaranya telah memberikan kontribusi terbesar bagi dunia setelah menyinggung keberhasilan militernya dalam sejumlah konflik, termasuk perang melawan Iran.

Dalam pidatonya, Trump kembali mengangkat operasi militer negaranya sebagai bukti kekuatan negaranya. Pernyataan tersebut disampaikan politikus itu saat memberikan pidato dalam perayaan America 250 di Mount Rushmore, South Dakota.

Baca Juga: Dokter Tifa Ogah Berdamai dengan Jokowi di Kasus Ijazah: Saya Tak Akan Menerima Pengakuan Bersalah

"Kita telah menciptakan militer terkuat dan paling berpengaruh. Kita telah memenangkan dua perang dunia," ujarnya, dikutip Minggu (5/7).

Trump juga mengklaim pihaknya berhasil mengakhiri ancaman dari sejumlah lawan geopolitik, termasuk dalam konflik terbaru dengan Venezuela dan Iran.

Ia menambahkan bahwa pihaknya bahkan memberi keistimewaan untuk Teheran. Mereka diberi waktu satu minggu untuk menyelenggarakan pemakaman dari Mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Ia diketahui tewas akibat serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika.

Setelah memuji keberhasilan militer negaranya, sang presiden kemudian menyampaikan klaim yang lebih luas mengenai peran negaranya bagi dunia. Menurutnya, Amerika sudah berkontribusi besar untuk bumi.

"Tidak ada seorang pun yang pernah memberikan lebih banyak sumbangan untuk amal, mengakhiri lebih banyak kelaparan, menyembuhkan lebih banyak penyakit, atau berbuat lebih banyak untuk mengangkat martabat kemanusiaan daripada orang Amerika," ujar Trump.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari narasi sang presiden yang menempatkan negaranya  sebagai negara dengan kontribusi terbesar terhadap perdamaian dan kesejahteraan global.

Adapun pidato itu berlangsung ketika adanya menggelar prosesi pemakaman dari Ayatollah Ali Khamenei. Rangkaian upacara dimulai di Grand Mosalla, Teheran. Jutaan warga diperkirakan menghadiri penghormatan terakhir kepada mantan pemimpin tertinggi tersebut.

Pemerintah Iran menutup sejumlah ruas jalan, sementara berbagai titik di ibu kota dipenuhi spanduk dan gambar dari Ali Khamenei. Para pelayat mengenakan pakaian hitam dan melakukan ritual memukul dada sebagai bentuk penghormatan dalam tradisi Syiah.

Baca Juga: Trump Kecewa Yahudi Amerika Tak Kunjung Dukung Partainya, Padahal Sudah Mati-matian Bela Israel

Trump, di tengah suasana duka, justru menonjolkan capaian mereka di bidang militer sekaligus mengklaim negaranya sebagai pihak yang paling banyak berjasa bagi kemanusiaan di tingkat global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Nilai Menhut Raja Juli Seharusnya Lapor Amplop Gratifikasi
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Gempa Hari Ini Magnitudo 3,7 Guncang Blitar Jatim
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
VinFast Gandeng CATL dan Gotion Kelola Limbah Baterai di Indonesia
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Perdana Solo Fancon di Jakarta, Kim Myungsoo Ketagihan Kicau Mania Hingga Panggilan Chagiya Sayang
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Tak Segan Tertibkan Pengungsi di Trotoar Setiabudi Jaksel, Pramono: tapi Itu Kewenangan Pusat
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.