Tim Hukum Ahli Waris Lahan di Jakbar Ungkap Rentetan Teror, Drone Jatuhkan Benda Mirip Granat

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Tim kuasa hukum dan ahli waris dalam sengketa lahan Arjuna HyperBowling di Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengaku mengalami serangkaian dugaan intimidasi setelah ahli waris kembali menguasai lahan yang menjadi objek sengketa.

Berbagai bentuk ancaman tidak hanya menyasar ahli waris, tetapi juga para advokat yang memberikan pendampingan hukum.

"Sejak kami mendampingi ahli waris, berbagai bentuk tekanan terus kami rasakan. Namun kami tetap percaya bahwa penyelesaian sengketa harus dilakukan melalui mekanisme hukum dan kami tidak akan mundur karena intimidasi dalam bentuk apa pun," ujar Wilson Colling, kuasa hukum ahli waris, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/7/2026).

Baca juga: Pelaku Curanmor di Tangsel Ditangkap di Rumah Pacar, Sempat Sembunyi di Plafon lalu Jatuh

Wilson menjelaskan, dalam sepekan terakhir rumah rekannya yang sesama kuasa hukum, Novianus Martin Bau, di Pamulang, Tangerang Selatan, beberapa kali didatangi orang tidak dikenal.

Dok: POLISI Petugas kepolisian memasang garis polisi di sekitar rumah salah satu kuasa hukum ahli waris sengketa lahan Arjuna HyperBowling di Pamulang, Tangerang Selatan, usai adanya dugaan teror menggunakan drone yang menjatuhkan benda menyerupai granat, Minggu (5/7/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut membuat Novianus bersama keluarganya memutuskan mengungsi sementara demi alasan keamanan.

"Situasi tersebut membuat yang bersangkutan bersama keluarganya merasa terancam," kata Wilson.

Sebelumnya, kuasa hukum lainnya, Sulardi, juga dilaporkan menjadi sasaran dugaan teror bom molotov di kediamannya.

Selain itu, lokasi sengketa lahan Arjuna HyperBowling yang kini ditempati ahli waris juga disebut menjadi sasaran dugaan intimidasi berupa pelemparan tiga ekor ular berbisa oleh pihak yang belum diketahui identitasnya.

Wilson mengatakan, rangkaian dugaan intimidasi itu mencapai puncaknya pada Minggu dini hari ketika sebuah drone diduga terbang di atas rumah Novianus sebelum menjatuhkan sebuah benda yang disebut menyerupai granat.

"Kami berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas peristiwa ini," ujarnya.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Palmerah Jakbar, 100 Personel Damkar Diterjunkan

Berdasarkan dokumentasi yang diterima Kompas.com, tampak sebuah drone berwarna abu-abu tergeletak di atas paving block.

Dok: POLISI Drone berwarna abu-abu yang ditemukan di lokasi dugaan teror di kediaman salah satu kuasa hukum ahli waris sengketa lahan Arjuna HyperBowling di Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (5/7/2026).
Pada badan drone tersebut terikat secarik kertas menggunakan cable tie bertuliskan "INI BARU PERMULAAN".

Di samping drone terlihat sebuah benda berwarna hijau tua yang secara visual menyerupai granat tangan lengkap dengan tuas dan pin pengaman.

Namun, status benda tersebut sebagai bahan peledak belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan aparat berwenang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dokumentasi lain juga memperlihatkan personel Tim Gegana Brimob melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sterilisasi, identifikasi, serta pengamanan lokasi penemuan benda tersebut. Garis polisi telah dipasang selama proses penyelidikan berlangsung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Murah Meriah! Kotak Perkakas di Transmart Turun Harga Jadi Rp87 Ribu
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jepang Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia Lawan Pembajakan Manga dan Anime
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ouahbi Ungkap Perubahan pada Babak Kedua Kunci Maroko Singkirkan Kanada di Babak 16 Besar
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jelang Kunjungan ke RI, Ini Jejak Kepemimpinan Narendra Modi Membangun India
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Bertambah Jadi 27 Orang
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.