Mengapa Perempuan Rentan Terkena Penyakit Autoimun?

republika.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyakit autoimun kini menjadi perhatian kesehatan global yang serius. Secara global, sekitar 10 persen populasi atau 1 dari 10-15 orang terkena penyakit autoimun. Data dari The Lancet menunjukkan tren peningkatan prevalensi nasional untuk penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan diabetes tipe 1.

Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, persentase penderita autoimun berkisar antara 3-5 persen. Dari angka tersebut, sekitar 80 persen penderitanya adalah wanita. Insiden penyakit autoimun di Asia Tenggara diprediksi akan terus meningkat seiring adanya urbanisasi dan perubahan lingkungan.

Baca Juga
  • Hamil Usia 40 Tahun Kian Umum di AS, Bagaimana di Indonesia? Ini Kata Dokter
  • Shakira Donasikan Rp9 Miliar untuk Korban Gempa Venezuela
  • Sebut Orang Tua yang Sekolahkan Anak Sejak Dini Malas, Billie Eilish Tuai Kritik

Pakar genetika ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor mengatakan penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun kita secara tidak sengaja menyerang sel-sel sehat karena salah mengenali antigen. Akibatnya, terbentuk autoantibodi yang memicu peradangan dan dapat merusak organ-organ tubuh.

"Secara umum, gejala autoimun ini sering kali mencakup rasa sangat lelah, nyeri sendi atau otot, ruam kulit atau perubahan warna kulit, demam ringan yang muncul berulang, gangguan pencernaan seperti diare atau nyeri perut, serta penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas," kata Prof Ronny dalam keterangan tertulis, dikutip pada Ahad (5/7/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

la mengungkap, penyakit autoimun sangat beragam, lebih dari 100 jenis. Beberapa yang dikenal meliputi reumatoid arthritis, lupus, myositis, psoriasis, vitiligo, dan skleroderma. Pada sistem pencernaan terdapat penyakit crohn, celiac, dan kolitis ulseratif. Pada gangguan hormonal terdapat diabetes tipe 1, hashimoto, dan graves. Gangguan saraf meliputi multiple sclerosis dan myasthenia gravis.

Berdasarkan penelitian, wanita memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan autoimun dibandingkan pria. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama seperti hormon dan mekanisme imunologis yang khas pada tubuh perempuan.

Selain itu, aspek genetik juga memiliki peran dalam meningkatkan kerentanan terhadap penyakit autoimun. Namun, menurut Prof Ronny, autoimun tidak diturunkan secara langsung sebagai penyakit, melainkan berupa predisposisi atau kecenderungan genetik yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya di kemudian hari.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Kapolda yang Baru Dilantik Kapolri, Irjen Pipit Rismanto hingga Ruddi Setiawan
• 11 jam laluokezone.com
thumb
45 Tahun Menikah, Pria di Banyumas Dibunuh Istri Bersama Selingkuhan
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Profil Adam Sandler, Aktor Hollywood yang Jadi Penghulu di Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce di New York
• 18 jam lalugrid.id
thumb
5 Pemain Bola Terkaya di Piala Dunia 2026, Messi dan Ronaldo Nomor Berapa?
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ruben Onsu Dukung Apabila Sarwendah Menikah, Sahabat: Itu Hak Masing-masing
• 16 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.