Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menganalogikan proses pembangunan bangsa seperti olahraga lari jarak jauh. Menurutnya, membangun Indonesia membutuhkan daya tahan tinggi, bukan sekadar kecepatan sesaat.
Pesan tersebut disampaikan AHY usai sukses menuntaskan rute lari 10 kilometer dalam acara Kostrad Run 2026 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (5/7/2026).
Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
"Membangun Indonesia adalah maraton, bukan sprint. Yang dibutuhkan bukan hanya kecepatan, tetapi daya tahan, disiplin, konsistensi, dan semangat untuk terus melangkah sampai garis akhir," ujar AHY kepada media.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai ketangguhan tersebut juga tercermin pada karakter prajurit Kostrad yang merayakan hari jadinya.
Meskipun terdaftar sebagai peserta VIP, Menko Infrastruktur ini memilih untuk membaur dan berlari sejauh 10 kilometer bersama sekitar 10.000 peserta lainnya. Sebagai informasi, Kostrad Run 2026 kali ini membuka tiga kategori perlombaan, yakni 3K, 5K, dan 10K, yang diikuti oleh masyarakat umum serta personel TNI-Polri.
Sebagai bagian dari keluarga besar Kostrad, AHY juga menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan pengabdian satuan tersebut selama 65 tahun dalam menjaga kedaulatan NKRI.
"Selamat Hari Ulang Tahun ke-65 Kostrad. Selama enam setengah dekade, Kostrad telah menjadi salah satu garda terdepan pertahanan negara. Semoga semakin profesional, modern, tangguh, dan selalu menjadi kebanggaan rakyat Indonesia," tuturnya.
Di akhir penyataannya, AHY menekankan pentingnya membangun ketangguhan bersama di tengah dinamika dunia yang terus berubah.
Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak hanya mampu berlari cepat saat kondisi baik, tetapi juga memiliki daya tahan kuat saat menghadapi tantangan.





