Tumpukan Sampah Berserakan di Jalanan Cirebon, Pemkab Tuntaskan Pengelolaan Mandiri di Desa

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon mulai mengalihkan strategi penanganan sampah dari pola angkut-buang menuju pengelolaan mandiri berbasis desa. Langkah itu diambil menyusul tingginya volume timbunan sampah harian yang mencapai 1.261 ton.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, menyebutkan, dari volume sampah harian 1.261 ton itu, saat ini baru sekitar 389 ton sampah yang tertangani. “Otomatis dari 1.261 ton, ada 872 ton sampah yang masih berkeliaran di antara kita semua. Makanya jangan heran, kalau masih banyak sampah yang ada di pinggir-pinggir jalan,” ujar Dede, kemarin.

Baca Juga
  • Sekolah Rakyat di Cirebon Segera Beroperasi, 270 Siswa Mulai Masuk Asrama
  • Setiap Hari 800 Ton Sampah di Cirebon tak Terangkut
  • DPRD Jabar Setuju Nama Provinsi Jawa Barat Diganti Jadi Tatar Sunda

Dede menegaskan, paradigma pengelolaan sampah ke depan harus berubah total. TPA yang ada saat ini ditargetkan bertransformasi menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), di mana sampah dipilah dan diolah, sehingga hanya residu akhir yang dibuang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cirebon, Dangi, mengungkapkan, ketergantungan pada penambahan armada truk sampah bukan solusi utama. Ia menilai, orientasi “angkut-buang” hanya akan menjadikan pemerintah sebagai pebisnis transportasi sampah, bukan pengolah sampah.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Kalau orientasinya hanya angkut-buang, kita hanya jadi pebisnis angkutan sampah. Yang dibutuhkan adalah bagaimana sampah tuntas di desa,” tegas Dangi.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lama Tak Terlihat Bersama Usai Cerai, Baim Wong dan Paula Verhoeven Kompak di Hari Kelulusan Putranya
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Dokter Icha Sempat Tolak Tawaran Pendampingan Psikologis Polisi, Polda NTT Ungkap Alasan
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Daftar 10 Top Laggards Sepekan: BBRI, MORA hingga PGAS Jadi Pemberat Utama IHSG
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Keluarga Dokter Icha Laporkan 3 Anggota DPRD TTU & ASN Dokter Hewan ke Polda NTT
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia bawa pulang empat medali dari Krakow 2026
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.