Palangka Raya (ANTARA) - Jalan Trans Kalimantan tepatnya pada jalur Kasongan-Kereng Pangi Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu, yang sempat terhambat akibat ambruknya sebuah jembatan box culvert kembali bisa dilalui kendaraan.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalteng segera menurunkan tim ke lapangan dan melakukan penanganan darurat menyikapi kondisi tersebut.
"Penanganan darurat supaya bisa segera dilalui lalu lintas adalah dengan menimbun menggunakan agregat. Selanjutnya untuk penanganan sementara dan permanen akan segera disolusikan. Dan sekarang sudah open traffic, bergantian," jelas Kepala BPJN Kalteng Robert Himawan Hamiseno dihubungi dari Palangka Raya, Minggu malam.
Robert mengatakan, saat ini setelah tim melakukan penanganan di lapangan, lalu lintas mulai kembali berjalan dan dilakukan secara bergantian.
Baca juga: Kementerian PUPR lakukan penanganan jalan di Barito Utara
Hanya saja bagi kendaraan yang dinilai tidak memiliki dimensi yang standar maupun muatannya melebihi batas atau over dimension over loading (ODOL) tidak diperbolehkan melintas.
"Yang lebih (ODOL) masih ditahan dulu, seperti truk besar over tonase," jelasnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng Yulindra Dedy menjelaskan, tim lintas sektor telah turun ke lapangan untuk melakukan penanganan.
Yulindra mengatakan, mulai dari Ditlantas Polda Kalteng, BPJN, Dinas PU Provinsi dan Dishub Provinsi sudah langsung berkoordinasi serta mendorong percepatan penanganan sesuai arahan Gubernur Agustiar Sabran.
"Sesuai instruksi dari Pak Gubernur Agustiar Sabran agar penanganan segera dilakukan. Saat ini penanganan jangka pendek sudah dilaksanakan maksimal oleh tim dari BPJN," jelas Yulindra.
Baca juga: Prabowo perintahkan AHY buat rencana jaringan kereta api di Kalimantan
Baca juga: Gubernur tinjau jalan nasional terputus di Katingan
Baca juga: Pemprov minta pembangunan tol trans Kalimantan dimulai di Kaltara
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalteng segera menurunkan tim ke lapangan dan melakukan penanganan darurat menyikapi kondisi tersebut.
"Penanganan darurat supaya bisa segera dilalui lalu lintas adalah dengan menimbun menggunakan agregat. Selanjutnya untuk penanganan sementara dan permanen akan segera disolusikan. Dan sekarang sudah open traffic, bergantian," jelas Kepala BPJN Kalteng Robert Himawan Hamiseno dihubungi dari Palangka Raya, Minggu malam.
Robert mengatakan, saat ini setelah tim melakukan penanganan di lapangan, lalu lintas mulai kembali berjalan dan dilakukan secara bergantian.
Baca juga: Kementerian PUPR lakukan penanganan jalan di Barito Utara
Hanya saja bagi kendaraan yang dinilai tidak memiliki dimensi yang standar maupun muatannya melebihi batas atau over dimension over loading (ODOL) tidak diperbolehkan melintas.
"Yang lebih (ODOL) masih ditahan dulu, seperti truk besar over tonase," jelasnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng Yulindra Dedy menjelaskan, tim lintas sektor telah turun ke lapangan untuk melakukan penanganan.
Yulindra mengatakan, mulai dari Ditlantas Polda Kalteng, BPJN, Dinas PU Provinsi dan Dishub Provinsi sudah langsung berkoordinasi serta mendorong percepatan penanganan sesuai arahan Gubernur Agustiar Sabran.
"Sesuai instruksi dari Pak Gubernur Agustiar Sabran agar penanganan segera dilakukan. Saat ini penanganan jangka pendek sudah dilaksanakan maksimal oleh tim dari BPJN," jelas Yulindra.
Baca juga: Prabowo perintahkan AHY buat rencana jaringan kereta api di Kalimantan
Baca juga: Gubernur tinjau jalan nasional terputus di Katingan
Baca juga: Pemprov minta pembangunan tol trans Kalimantan dimulai di Kaltara





