Wamenko Pangan Dorong Ponorogo Tingkatkan Produktivitas Jagung dan Padi untuk Perkuat Swasembada Nasional

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mendorong Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terus meningkatkan produktivitas jagung dan padi guna memperkuat program swasembada pangan nasional yang dinilai telah menunjukkan hasil positif.

Menurut Hanif, Ponorogo memiliki potensi besar menopang swasembada pangan nasional dengan dukungan sekitar 35 ribu hektare lahan pertanian yang memiliki indeks pertanaman mendekati tiga kali tanam dalam setahun.

Pola tanam tersebut terdiri atas dua kali padi dan satu kali jagung setiap tahun.

Hanif menilai pemanfaatan teknologi pertanian dan keterlibatan generasi muda akan membuat sektor pertanian semakin efisien.

Pemanfaatan teknologi juga dinilai mampu meningkatkan daya saing hasil panen.

Hanif menegaskan penggunaan cara-cara konvensional tidak lagi efisien.

Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan agar ketahanan pangan semakin kuat.

Panen Jagung dan Dukungan terhadap Swasembada Pangan

Sebelumnya Hanif melakukan panen jagung bersama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita di lahan Perhutani Kelurahan Ronosentanan, Kecamatan Siman, Ponorogo, pada Sabtu (4/7/2026).

Kawasan pertanian tersebut memiliki luas sekitar 198 hektare.

Lahan tersebut menjadi salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Ponorogo.

Hanif mengatakan pemerintah sangat serius membangun ketahanan pangan nasional.

Ia menjelaskan kebijakan tidak mengimpor beras dan jagung harus didukung seluruh daerah, termasuk Ponorogo.

Hanif mengungkapkan produksi jagung nasional pada 2025 mencapai 16,16 juta ton jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen.

Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram.

Produksi beras nasional telah mencapai 34,69 juta ton.

Jumlah tersebut melampaui kebutuhan konsumsi nasional yang berkisar 30–32 juta ton per tahun.

Ponorogo Catat Produksi Jagung dan Padi Tinggi

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian daerah.

Sepanjang 2025, luas panen jagung di Ponorogo mencapai sekitar 39 ribu hektare.

Produksi jagung Ponorogo sepanjang 2025 mencapai sekitar 284 ribu ton.

Luas panen padi mencapai sekitar 74 ribu hektare.

Produksi padi Ponorogo mencapai sekitar 436 ribu ton.

Capaian tersebut menjadikan Ponorogo sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Timur.

Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Ponorogo mencapai 71,22 poin.

Lisdyarita menyebut capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras para petani yang terus berinovasi.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo akan terus mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Dukungan dilakukan melalui penguatan sarana produksi.

Pemerintah juga akan meningkatkan pendampingan kepada petani.

Optimalisasi lahan pertanian akan terus dilakukan agar kontribusi Ponorogo terhadap ketahanan pangan nasional semakin meningkat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Mobil Listrik China Rp200 Jutaan Juli 2026
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Jadi Peserta Terjuragan, Black Sherpa Fokus Kembangkan Manufaktur Tenda Lokal
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Masuk Daftar Delisting, Indofarma (INAF) Beberkan Progres Pemulihan Kinerja
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Kebiasaan Akhir Pekan yang Meningkatkan Risiko Diabetes
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Penanaman Mangrove di Brebes Perkuat Perlindungan Pesisir
• 19 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.