Rangkaian prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayid Ali Khamenei, tengah berlangsung dengan khidmat. Peti jenazah tokoh revolusi tersebut dibawa ke Grand Mosalla Teheran dengan diiringi lantunan selawat, syair, dan doa dari jutaan pelayat.
Dikutip dari Primetime News, Metro TV, jutaan warga dari berbagai penjuru Iran maupun negara-negara sahabat tumpah ruah di jalanan. Mereka hadir untuk memberikan penghormatan terakhir dan memanjatkan doa bagi Ayatollah Ali Khamenei yang disebut telah gugur sebagai syahid.
Salat jenazah dilangsungkan pada Minggu, 5 Juli 2026 waktu setempat di Masjid Imam Khomeini. Prosesi keagamaan tersebut dipimpin langsung oleh tokoh ulama senior, Ayatollah Jafar Sobhani.
Baca Juga :
Tangis Pejabat Iran Pecah di Samping Peti Jenazah Ali KhameneiSejumlah putra mendiang tampak hadir di barisan depan, di antaranya Masoud, Meysam, dan Mustafa. Namun, putra Khamenei yang kini didapuk menjadi Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Mojtaba Khamenei, tidak terlihat hadir di lokasi.
Dari jajaran pemerintahan, prosesi pemakaman ini dihadiri oleh para pejabat tinggi, termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, dan Kepala Garda Revolusi (IRGC) Jenderal Ahmad Vahidi.
Lautan manusia yang memadati kawasan Grand Mosalla dan sekitarnya kompak mengenakan pakaian serba hitam. Mereka membawa spanduk dan bendera sebagai bentuk duka cita mendalam sekaligus penghormatan kepada mendiang Ali Khamenei.
Di tengah suasana duka, gelombang amarah dari warga turut mewarnai prosesi pemakaman. Para pelayat secara lantang menyerukan tuntutan pembalasan dendam yang ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.




