Pemerintah Sudah Cetak Sawah 83.030 Hektare di Papua

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Papua menjadi salah satu kawasan prioritas pengembangan pangan nasional. Hingga pertengahan 2026, pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare cetak sawah di seluruh tanah Papua.

Dari jumlah tersebut, Papua Selatan menjadi pusat pengembangan terbesar dengan 48.934 hektare cetak sawah. Selanjutnya Papua sebanyak 24.248 hektare, Papua Barat Daya 4.675 hektare, Papua Barat 3.373 hektare, dan Papua Pegunungan 2.000 hektare.

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengatakan Merauke memang menjadi tulang punggung pengembangan pangan di tanah Papua. Sehingga mayoritas cetak sawah saat ini berada di Merauke.

“Lebih dari separuh program cetak sawah di tanah Papua dan hampir seluruh program optimalisasi lahan berada di Merauke. Ini menunjukkan Merauke menjadi pusat pengembangan pangan di Tanah Papua,” ujar Apolo di Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan seluruh program cetak sawah yang kini berjalan di Papua sepenuhnya diperuntukkan bagi masyarakat, khususnya putra-putri asli Papua.

Amran menegaskan program tersebut tidak mengambil hak masyarakat, justru dibangun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat dan petani Papua.

“Program ini milik rakyat, milik masyarakat putra daerah Papua. Jangan ada yang mengatasnamakan masyarakat mengatakan tidak setuju, karena faktanya setelah program berjalan pendapatan masyarakat naik hingga 300 persen. Bahkan sekarang masyarakat justru meminta tambahan cetak sawah,” ujar Amran di Merauke.

Amran menjelaskan program pengembangan pertanian di Merauke juga mulai menunjukkan hasil. Indeks pertanaman meningkat dari 1,05 menjadi 1,82–2,00, sementara produktivitas padi juga turut melonjak. Produksi beras, luas panen, dan pendapatan petani juga terus meningkat.

Amran menuturkan pemerintah tidak hanya membuka sawah baru, tetapi juga membangun ekosistem pertanian modern melalui penyediaan alat mesin pertanian, benih unggul, irigasi, brigade pangan, hingga pendampingan intensif kepada petani.

“Sekarang petani Merauke sudah mampu mengoperasikan alat pertanian modern. Teknologi yang digunakan negara-negara maju kini juga digunakan di Papua untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” tutur Amran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pilu Wanita Disabilitas Korban Perkosaan di Kendari Dianiaya hingga Keguguran
• 12 jam laludetik.com
thumb
Generasi Z dan Pasar Saham: Investor atau Sekadar Ikut Tren?
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
AHY: Membangun Indonesia Adalah Maraton, Bukan Sprint
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
BNI Rilis Logo HUT ke-80, Apa Makna Simbolnya?
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Irjen Pol Pipit Rismanto Resmi Jabat Kapolda Jawa Barat
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.