REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pernikahan dalam Islam tidak hanya bertujuan membangun keluarga yang harmonis, tetapi juga menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa salah satu anugerah terbesar dalam pernikahan adalah memiliki istri shalehah yang membantu suaminya meraih kebahagiaan akhirat.
Imam Al Ghazali bergelar Hujjatul Islam Zainuddin al-Thusi menjelaskan bahwa istri shalehah adalah sarana menuju kepentingan akhirat. Sebab, istri shalehah akan membantu suaminya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca Juga
Berpartisipasi pada IFBC, BPDP Perluas Akses UMKM Perkebunan
Komnas HAM Sebut Ibu Hamil Tewas Imbas Kontak Tembak TNI Vs OPM
Jangan Tidur Lagi Usai Shalat Subuh! Lebih Baik Baca Alquran
Menurut Imam Al Ghazali pernikahan itu mengandung lima kebaikan. Pertama, mendapatkan anak atau keturunan yang diharapkan shalih dan shalihah. Kedua, menyalurkan nafsu syahwat ke tempat yang dihalalkan oleh Allah SWT. Ketiga, menciptakan ketentraman batin dalam hidup dan berumah tangga. Keempat, meningkatkan pengabdian atau ibadah kepada Allah SWT. Kelima, mendapatkan pahala atas jerih-payah memenuhi kewajiban mencarikan nafkah bagi keluarga. .rec-desc {padding: 7px !important;} Dijelaskan dalam Ihya Ulumuddin, manfaat yang keempat dari pernikahan adalah untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Ada kesenangan dan kenikmatan yang diperoleh saat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Istri yang shalehah adalah istri yang dapat mengurus rumah tangganya dengan saksama, yang juga berarti membantu suaminya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Abu Sulaiman al-Darani Rahimahullah pernah mengatakan, "Wanita atau istri yang shalehah tidak hanya pandai tapi juga masuk dalam tiga kesenangan dunia. Istri shalehah juga merupakan satu di antara banyak sarana menuju kepentingan akhirat. Istri yang shalehah akan membantu suaminya dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui cara mengurus rumah tangga dan memberi kenikmatan serta kebahagiaan atas suaminya, dan begitu pula sebaliknya (suaminya, penerjemah)." Nabi Muhammad SAW bersabda, "Hendaklah kalian bersyukur kepada Allah SWT, berzikir, dan beristri shalehah (bersuami yang shalih, penerjemah) yang itu bisa membantumu menuju kebaikan negeri akhirat." (HR Imam At-Tirmidzi) Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu pernah mengatakan, "Tidak ada karunia Allah SWT kepada hamba-Nya yang beriman yang lebih baik daripada seorang istri atau pasangan hidup yang shalehah. Tidak ada kekayaan yang sebanding dengan istri yang shalehah yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada laki-laki yang beriman." Rasulullah SAW pernah bersabda, "Aku diberi kelebihan dua perkara atas anak Adam (manusia) lainnya. Yaitu yang pertama, istri yang menolong mereka kepada perbuatan maksiat, sedangkan istriku menolongku kepada ketaatan kepada Allah SWT. Kedua, setan mereka tidak tunduk kepadanya, sedangkan setanku tunduk kepadaku dan tidak menyuruhku selain kepada kebaikan." (Diriwayatkan Imam Al-Khathib)