Dedi Mulyadi Beri Sanksi Bupati Purwakarta Terkait Lagu Lalaki Langit, Diminta Urus 10 Janda hingga Lakukan Ini!

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberi sanksi tegas kepada Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. Sanksi itu diberikan usai Om Zein tersandung kontroversi lagu berjudul Lalaki Langit.

Ya, lagu yang diciptakan oleh Om Zein itu dinilai mengandung lirik yang merendahkan kaum perempuan. Setelah lagu itu viral, gelombang protes pun datang dari berbagai pihak.

Tidak hanya netizen, kritikan itu juga datang dari anggota DPR RI Atalia Praratya hingga diva tanah air, Rossa. Mereka menilai lagu ciptaan Om Zein itu memiliki lirik yang kurang pantas dan seolah merendahkan kaum hawa.

Mengetahui kabar itu, baru-baru ini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pun sampai ikut turun tangan. Bahkan, Dedi Mulyadi beri sanksi Bupati Purwakarta terkait lagu Lalaki Langit tersebut.

Melansir TribunStyle.com, sanksi itu diberikan Dedi usai dirinya bertemu dengan Bupati Purwakarta, Om Zein baru-baru ini. Dalam pertemuan itu, Dedi awalnya menginterogasi Om Zein.

Ia bertanya-tanya terkait latar belakang Om Zein menciptakan lagu kontroversial tersebut. Diakui Om Zein, lagu itu sebenarnya menceritakan tentang dirinya yang sempat tumbuh jadi pria nakal.

Ia juga mengaku tidak berniat merendahkan siapapun termasuk kaum perempuan.

"Apakah lagu tersebut dibuat berkaitan dengan karakter Om Zein yang waktu itu sebagai pengusaha, yang ada kaitannya yaitu bapak seorang pengembara perempuan artinya nakal, bejad laki-laki bejad pada waktu itu?" tanya Dedi Mulyadi.

"Iya, cerita tentang diri saya," akui Om Zein.

"Jadi diri bapak ini waktu mudanya nakal? sebelum jadi bupati itu nakal bahkan nakalnya banget?" tanya Dedi lagi.

 

"Banget," pungkas Om Zein.

"Sehingga mempersepsikan kalau jadi wanita mungkin bapak akan jadi wanita nakal?" tanya Dedi.

"Akan berisiko tinggi, nakal. Kalau laki-laki kan enggak hamil. Kalau perempuan kan konsekuensinya kan kalau nakal maka akan berisiko, hamil, digugurkan," jawab Om Zein.

Mendengar jawaban itu, pria yang akrab disapa KDM itu lantas memberikan pandangan dan nasihat mendalam. Menurut KDM, karya yang berpotensi memicu multitafsir di tengah masyarakat sebaiknya tidak dilempar ke ruang publik.

Ia menyarankan agar Om Zein menyimpan lagu itu untuk konsumsi pribadi saja, mengingat isinya cukup menuai pro dan kontra publik. Meski demikian, KDM tetap mengapresiasi keberanian Om Zein yang mau berterus terang mengenai masa mudanya.

"Pengalaman pribadi sebaiknya dipasang di rumah dalam bentuk karya yang hanya dinikmati diri sendiri. Bapak hari ini adalah Bupati, pejabat publik, maka seluruh ucapan tindakannya akan dipertanggungjawabkan kepada publik," pungkas Dedi Mulyadi.

Sebagai sanksinya, Dedi Mulyasi mewajibkan Om Zein merenovasi 10 rumah janda atau single mom yang ada di wilayah Purwakarta. Tak hanya itu, seluruh biaya perbaikan ini harus keluar dari kantong pribadi sang bupati, tanpa menyentuh sepeser pun dana negara.

"Saya memberikan sanksi sosial, sanksi sosialnya adalah pak Bupati diberikan tugas untuk merenovasi 10 rumah janda tanpa menggunakan APBD di Purwakarta. Itu bagian dari kita memuliakan perempuan," imbuh KDM.

"Dan yang direnovasi adalah harus rumah janda yang usianya muda. Kenapa? justru kalau dia tidak direnovasi, anak-anaknya tidak disekolahkan. Bapak juga diberikan tugas untuk menyekolahkan anaknya. Kalau dia tidak punya penghasilan dalam usia muda, berpotensi dia minimal harus ke luar negeri meninggalkan anak-anaknya. Jadi bapak hari ini cari perempuan yang memiliki anak di bawah umur, mencegah pergi ke luar negeri, dibangun rumahnya, dicarikan pekerjaan, di sekolahkan anak-anaknya," ungkap Dedi Mulyadi beri sanksi Bupati Purwakarta terkait lagu Lalaki Langit.

Mendapat sanksi tegas itu, Om Zein langsung menyetujuinya. Dedi sendiri juga mengaku akan memonitoring pelaksanaan sanksi tersebut.

"Sanggup pak," kata Om Zein tegas.(*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Posisi Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO Belum Kuat
• 7 menit lalukompas.id
thumb
Petani di Papua Selatan Dapat Bantuan Benih hingga Alsintan Senilai Rp 1,3 T
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Link Resmi Nonton Live Streaming Meksiko vs Inggris via HP, Cek di Sini
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mendikdasmen Sebut Pelibatan Kantin Sekolah dalam MBG Masih Dikaji: Belum Ada Keputusan
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
MTQ Banten 2026 dan Penguatan Ekosistem Alquran
• 21 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.