Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang mantan karyawan Microsoft Italia yang disebut sebagai Nour punya tuduhan serius pada bekas kantornya. Disebutkan raksasa teknologi Italia itu membantu Israel untuk menyerang Palestina.
Israel diketahui melalukan serangan dan genosida pada Palestina sejak Oktober 2023. Nour menyebut Microsoft mendukung praktik tersebut dan operasi militer Israel di Gaza.
Dia menuding pusat data dan infrastruktur cloud bekas perusahaannya memiliki peranan aktif dalam aktivitas militer di Gaza. Perluasan jaringan pusat data juga disebutnnya sebagai bagian untuk memperluas sistem teknologi pengawasan dan peperangan, dikutip dari Economic Times, Senin (6/7/2026).
Selain itu, tuduhan Nour juga merujuk pada laporan The Guardian bulan Agustus 2025. Laporan itu mengungkapkan unit intelijen platform cloud Azure Microsoft menyimpan sejumlah besar rekaman panggilan yang dicegat dari Palestina.
- Terungkap Aliran Uang Rp 3,3 Triliun ke Anggota DPR, Ini Sumbernya
- Presiden Diminta Tidak Cawe-Cawe, Pengusaha Warning Krisis Besar
Data yang disimpan mencapai 11.500 terabyte. Sebagian besar data disimpan dalam fasilitas Microsoft di Belanda dan tambahannya berada di Irlandia.
Menurut sumber, informasi yang disimpan digunakan dalam mendukung analisis intelijen dan operasi militer. Sementara Nour mengatakan sistem yang digunakan Microsoft berperan dalam penargetan militer.
Nour juga menudung adanya pemindahan data setelah investigasi media dipublikasikan pada 2025. Dia menyebutkan Microsoft dengan otoritas Israel mengirimkan data yang dicegat dari server Eropa ke pusat data Israel saat itu.
Economic Times mencatat belum ada bukti yang mengkonfirmasi tuduhan ada transfer data tersebut.
Tuduhan seperti ini sudah muncul beberapa kali, dan Microsoft juga telah membantah teknologinya digunakan untuk pengawasan massal pada warga sipil. Presiden Brad Smith pernah menyatakan pihaknya tidak menemukan bukti Azure digunakan untuk warga sipil dan telah menonaktifkan layanan tertentu pada sebuah unit di kementerian pertahanan Israel.
Nour sendiri bekrrja sebagai Teknisi Lingkungan Kritis di pusat data Microsoft Italia. Dia hanya bertahan dua tahun bekerja di perusahaan tersebut.
Pengunduran diri ini jadi bagian kampanye yang dipimpin karyawan Microsoft sebagai No Azure for Apartheid. Sejak beberapa waktu terakhir, kelompok ini melakukan protes, aksi di tempat kerja dan demo di publik agar perusahaan mengakhiri kontrak dengan militer Israel.
(dem/dem) Add as a preferred
source on Google




