PGN Mulai Garap Potensi Gas Metana Batu Bara Tanjung Enim 9,7 TCF

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PALEMBANG — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGN) mulai menggarap potensi gas metana batu bara (coalbed methane/CBM) di Tanjung Enim Sumatra Selatan yang diperkirakan mencapai 9,7 triliun kaki kubik (TCF).

Proyek ini menjadi salah satu strategi perseroan untuk memperkuat pasokan gas domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Direktur Utama PGN Arief K Risdianto mengatakan pengembangan CBM membuka peluang monetisasi sumber daya gas nonkonvensional yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. 

Mengacu pada data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, potensi CBM di Tanjung Enim mencapai sekitar 9,7 TCF original gas in place (OGIP) dengan estimasi nilai ekonomi sekitar US$15,4 miliar.

Pasokan tersebut diharapkan menjadi sumber gas baru untuk memenuhi kebutuhan sektor industri maupun pembangkit listrik.

PGN mengklaim telah menyiapkan skema pemanfaatan gas dengan proyeksi penyaluran yang meningkat secara bertahap, mulai dari 1 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) hingga mencapai 25 MMSCFD.

Baca Juga

  • Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina, BP, Vivo, dan Shell per 6 Juli 2026, Cek Mana yang Termurah
  • Harga Batu Bara Acuan (HBA) Periode I Juli 2026 Naik, Kalori Tinggi US$126,58 per ton
  • Ekspor Sumsel Anjlok 19,23%, Tertekan Kontraksi Pengiriman Batu Bara

"Dalam upaya menjaga kestabilan pasokan sekaligus memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di Sumsel, PGN mengembangkan infrastruktur injection point sebagai titik pengumpul gas dari berbagai sumber sebelum disalurkan ke jaringan pipa transmisi," jelas Arief dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026).

Selain CBM, PGN juga mengembangkan potensi biomethane yang berasal dari limbah kelapa sawit serta synthetic natural gas (SNG). Ketiga sumber tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menambah pasokan gas di Sumsel.

Menurut Arief, infrastruktur injection point akan mengintegrasikan pasokan dari CBM, biomethane maupun sumber gas lainnya ke jaringan transmisi yang telah dimiliki PGN sehingga pemanfaatannya menjadi lebih efisien.

“Integrasi infrastruktur berbasis pipa maupun nonpipa menjadi kunci dalam mempercepat penyerapan pasokan energi domestik. Dengan jaringan infrastruktur gas yang dimiliki saat ini, PGN siap menjadi penghubung antara sumber pasokan baru dengan pelanggan di berbagai sektor,” ujarnya.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menegaskan, pengembangan CBM di Muara Enim merupakan salah satu proyek strategis yang mendukung ketahanan energi nasional dan peningkatan produksi gas domestik.

Namun, menurutnya, masih terdapat sejumlah aspek administratif yang perlu diselesaikan, termasuk penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). 

“Meski begitu seluruh pemangku kepentingan telah sepakat untuk mempercepat penyelesaiannya sesuai ketentuan agar proyek dapat segera memasuki tahap komersialisasi,” tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hubungan Memanas! Wawalkot Bandung Curhat Tak Pernah Dilibatkan Farhan Bahas APBD hingga Mutasi
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Difasilitasi Dasco, Menaker Yassierli Respons Isu PHK 90% Karyawan Tokopedia
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Mandiri Jogja Marathon dorong belanja masyarakat DIY naik 7,4 persen
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Wamenkomdigi Ungkap 3 dari 5 Anak Palsukan Umur demi Bisa Main Medsos
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
DPR Akan Panggil TikTok Shop Tokopedia
• 9 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.