Jurnalis Perempuan yang Diculik di Meksiko Ditemukan Tewas, Delapan Orang Ditangkap Termasuk Empat Polisi

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Meksiko telah lama dianggap sebagai salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi para jurnalis. Pada Jumat (3 Juli), pihak berwenang mengonfirmasi bahwa sisa-sisa jenazah yang ditemukan di wilayah timur negara itu dipastikan merupakan milik jurnalis perempuan Roxana Guzman. Kasus penculikan dan pembunuhan ini kembali menyoroti beratnya ancaman yang dihadapi para pekerja media di Meksiko.

Menurut laporan Reuters, Roxana Guzman adalah penanggung jawab situs berita kriminal Pulso Informativo del Sureste. Pada 2 Juni, sejumlah pria bersenjata dan bertopeng menerobos masuk ke rumahnya lalu menculiknya. Rekaman kamera pengawas yang merekam peristiwa tersebut kemudian beredar luas di media sosial.

Media setempat melaporkan bahwa setelah membunuh Guzman, para pelaku berusaha melarutkan jasadnya dengan memasukkannya ke dalam sebuah drum yang berisi bahan bakar. Aparat kemudian menemukan sebagian tulang-belulang korban di lokasi kejadian.

Pihak berwenang menyatakan bahwa hingga saat ini delapan orang telah ditangkap karena diduga terlibat dalam penculikan dan pembunuhan Guzman. Di antara mereka terdapat empat anggota kepolisian dari Ixhuatlan del Sureste, sebuah kota yang terletak sekitar 300 kilometer di selatan Veracruz.

Kejaksaan menyebutkan bahwa para polisi tersebut diduga memberikan sumber daya, makanan, serta dukungan logistik kepada kelompok kriminal yang terlibat dalam kasus tersebut.

Menurut Kantor Kejaksaan Agung, para tersangka akan menghadapi dakwaan penghilangan paksa, pembunuhan, serta sejumlah tuduhan lain yang berkaitan dengan kasus ini. Penyelidikan masih terus berlangsung untuk menentukan tingkat keterlibatan masing-masing tersangka sekaligus mengungkap motif pembunuhan tersebut.

Berdasarkan data organisasi hak asasi manusia internasional Article 19, sepanjang tahun ini terdapat dua jurnalis lain di Meksiko yang juga tewas akibat pekerjaan mereka. Organisasi tersebut juga menyatakan bahwa sejak Presiden Claudia Sheinbaum mulai menjabat pada Oktober 2024, sedikitnya 10 jurnalis telah dibunuh. Kondisi ini kembali menegaskan seriusnya ancaman terhadap kebebasan pers di Meksiko.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
FIFA “Sulap” Aturan Untungkan AS! Belgia Protes Keras, Pelatih Sebut sebagai Hari April Mop
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Kondisi Ruben Onsu Dikabarkan Menurun di Tengah Sengketa Hak Asuh Anak
• 2 jam lalueranasional.com
thumb
MGS5 EV Mulai Dikirim Ke Konsumen, Harga Berubah?
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Tak Banyak yang Tahu, Xaviera Putri Bongkar Rasanya Jadi Anak Bungsu hingga Cerita Masa Lalunya dengan Sang Kakak
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Pelaku Pemukulan Pemotor di Jagakarsa Berhasil Diringkus Polisi, Begini Penampakannya
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.