Generasi muda diajak jadi penggerak perubahan hadapi krisis iklim

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendorong anak dan generasi muda untuk memperkuat pengetahuan dan mengambil peran aktif dalam menghadapi krisis iklim melalui berbagai aksi nyata untuk menjaga lingkungan.

"Anak Indonesia bukan hanya penerus bangsa. Kalian adalah pencipta solusi, penggerak perubahan, dan penjaga masa depan bumi. Anak-anak perlu dibekali pengetahuan dan didorong untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan sejak usia dini," kata Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah I KemenPPPA Devy Nia Pradhika dalam webinar di Jakarta, Senin.

Menurut dia, anak tidak hanya menjadi kelompok yang terdampak perubahan iklim, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menciptakan solusi.

Devy Nia Pradhika mengatakan krisis iklim telah memberikan dampak nyata terhadap kehidupan anak, mulai dari banjir yang mengganggu kegiatan belajar, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga pencemaran lingkungan yang mempengaruhi kesehatan dan ruang bermain anak.

Karena itu, menjaga lingkungan juga berarti melindungi hak anak untuk hidup sehat, belajar dengan nyaman, bermain dengan aman, dan tumbuh secara optimal.

"Indonesia memiliki sekitar 79 juta anak, hampir sepertiga dari seluruh penduduk Indonesia. Artinya, suara kalian sangat penting. Di tingkat dunia, UNICEF memperkirakan sekitar satu miliar anak hidup di wilayah yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Angka ini menunjukkan bahwa krisis iklim bukan hanya persoalan orang dewasa, tetapi juga persoalan anak-anak dan generasi muda di seluruh dunia," kata Devy Nia Pradhika.

Ia berpesan agar anak-anak dan generasi muda tidak takut menghadapi perubahan iklim. Sebaliknya, mereka harus menjadi generasi yang memimpin perubahan melalui berbagai aksi sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, menghemat air dan listrik, menanam pohon, serta mengajak teman dan keluarga untuk melakukan hal yang sama.

Devy pun berharap webinar ini dapat menumbuhkan keberanian anak untuk peduli dan mengambil peran dalam menjaga bumi.

"Jangan pernah menganggap tindakan kecil itu tidak berarti. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama-sama. Mari kita buktikan bahwa anak-anak dan orang muda Indonesia bukan sekadar pewaris bumi ini, tetapi juga penjaga bumi. Karena ketika kalian menjaga alam sesungguhnya kalian sedang menjaga masa depan kalian sendiri," kata Devy Nia Pradhika.



Baca juga: BRIN kolaborasi lintas-lembaga luncurkan buku tentang perubahan iklim

Baca juga: KLH-KKP perkuat sinergi pengendalian perubahan iklim sektor kelautan

Baca juga: COP30, Indonesia - Norwegia teken MoU pembelian 12,5 juta ton CO2


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Amazon Bersiap Luncurkan Pesaing Starlink Milik Elon Musk pada Akhir 2026
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Neymar disambut meriah saat masuk sebagai pemain pengganti
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Sarwendah Kena Gelombang Boikot di Tengah Masalah dengan Ruben Onsu, Mantan Manajer: Konsekuensi
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Lama Menghilang hingga Dicari-cari Fans Persija, Pekerjaan Baru Marko Simic Bikin Pangling
• 7 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.