Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar rapat keamanan tingkat tinggi pada Minggu, 5 Juli 2026, untuk menyetujui rencana penetapan posisi penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan.
Menurut laporan Channel 13 yang mengutip sejumlah sumber, rapat tersebut dihadiri pejabat militer dan keamanan senior. Pertemuan membahas penentuan wilayah penarikan tahap awal serta mekanisme pelaksanaannya yang dikoordinasikan dengan pihak internasional, terutama Amerika Serikat (AS).
Rapat berlangsung di tengah komunikasi lanjutan yang dimediasi AS antara Israel dan Lebanon terkait pengaturan teknis penarikan pasukan.
Dikutip dari Yeni Safak, Senin, 6 Juli 2026, pembahasan juga mencakup penetapan kawasan yang oleh pejabat Israel disebut sebagai "zona bebas Hezbollah" untuk mencegah bentrokan atau salah perhitungan selama proses penarikan.
Hingga kini, Israel dilaporkan belum memulai penarikan pasukan karena masih menunggu kesiapan Angkatan Bersenjata Lebanon untuk mengambil alih pengamanan wilayah bersama tim pemantau internasional.
Sementara itu, lembaga penyiaran publik Israel KAN melaporkan penarikan diperkirakan akan dilakukan secara bertahap melalui dua wilayah percontohan. Jika dinilai berhasil, skema tersebut akan diperluas ke wilayah lain.
Rencana tersebut mengacu pada kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat dan ditandatangani pada 26 Juni lalu, yang mengatur dimulainya penarikan bertahap pasukan Israel dari Lebanon selatan.
Meski demikian, kesepakatan itu tidak menetapkan tenggat waktu bagi penarikan penuh pasukan Israel.
Tahapan berikutnya bergantung pada kesiapan tentara Lebanon mengambil alih tanggung jawab keamanan secara penuh, serta kemajuan proses pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata yang berada di luar kendali pemerintah.
Saat ini, pasukan Israel masih berada di sejumlah wilayah Lebanon selatan. Sebagian kawasan telah diduduki selama beberapa dekade, sementara wilayah lainnya direbut dalam perang 2023–2024, termasuk area yang sempat dimasuki pasukan Israel hingga lebih dari 10 kilometer ke wilayah Lebanon. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Usai Kesepakatan, Netanyahu Justru Pertahankan Zona Penyangga Permanen di Lebanon




