VIVA –Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal menyoroti keputusan pemerintah Indonesia yang tidak mengirimkan delegasi resmi ke pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Menurut Dino tindakan ini justru mempertanyakan prinisp politik luar negeri bebas-aktif yang dianut Indonesia.
"Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah Indonesia tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yang terbunuh dalam serangan militer ilegal. Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR karena Indonesia takut/sungkan thdp Amerika ? Has "FEAR" become a factor in Indonesian foreign policy?," tulis Dino dikutip dari akun Instagramnya, Senin 6 Juni 2026.
Dino menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, Iran telah mengirimkan undangan resmi kepada pemerintah Indonesia namun tidak mendapat tanggapan. Hal ini berbanding terbalik dengan sejumlah negara seperti Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Pakistan, Kazakhstan, Rusia, China, India, Malaysia, hingga Bangladesh mengirimkan delegasi resmi, bahkan Pakistan mengutus presidennya.
"Berbagai upaya gigih Iran untuk mengundang pemerintah Indonesia tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri-tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita). Akhirnya, yang hadir hanya Dubes RI di Teheran yang dianggap oleh Teheran sebagai sikap menyepelekan undangan ini," tulis dia.
Di sisi lain, Dino juga menilai absennya delegasi resmi Indonesia bisa jadi disebabkan persoalan tata kelola pengambilan keputusan di internal pemerintah, bukan semata-mata pertimbangan politik luar negeri. Sebab, kata dia, pemerintah setidaknya masih dapat mengirimkan pejabat setingkat wakil menteri luar negeri sebagai bentuk penghormatan terhadap hubungan baik Indonesia dan Iran yang telah terjalin selama ini.
"Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang bermasalah sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yang berani mengambil keputusan. Paling tidak Indonesia bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta, tapi beliau justru sibuk keliling Asia Tengah untuk kunjungan yang sifatnya rutin," tulis dia.
Dino juga kembali mengingatkan tentang hubungan diplomatik yang terjalin antara Iran dan Indonesia. Disebutnya bahwa Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan diantara kedua negara ini juga terjaga dan hangat serta saling menghormati dan tidak pernah ada konflik diantara kedua negara ini.





