KYIV, KOMPAS.TV - Rusia dilaporkan meluncurkan gelombang serangan rudal dan pesawat tanpa awak (drone) yang menargetkan ibu kota Ukraina, Kyiv, sejak Minggu (5/7/2026) malam hingga Senin (6/7/2026) dini hari waktu setempat.
Otoritas setempat menyatakan serangan tersebut menewaskan sedikitnya tujuh orang.
Insiden mematikan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan serangan berskala besar Rusia akan segera terjadi.
Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, melalui sebuah unggahan di Telegram menyatakan terdapat 24 orang lainnya yang terluka akibat serangan tersebut.
Tkachenko melaporkan sebuah bangunan tempat tinggal di distrik Podilskyi runtuh sebagian.
Baca Juga: Zelenskyy Sebut Ukraina Serang Kota Terbesar Kedua Rusia, Hantam Terminal Minyak
Sementara itu, di distrik Darnytsia, beberapa bangunan bertingkat disebut mengalami kerusakan dan sejumlah warga diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan.
"Ini adalah bangunan tempat tinggal. Tempat di mana orang-orang tidur dan menjalani kehidupan biasa mereka," ujar Tkachenkom dikutip dari Associated Press.
Serangan yang masih berlangsung hingga Senin dini hari tersebut melibatkan gelombang rudal balistik, rudal jelajah, serta drone.
Rentetan ledakan terdengar menggema di seluruh penjuru kota, sementara warga sipil berupaya mencari perlindungan di stasiun-stasiun kereta bawah tanah.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Associated Press
- rusia gempur kyiv
- serangan rudal rusia
- perang ukraina terbaru
- volodymyr zelenskyy
- Rusia
- Ukraina





