PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memiliki target produksi 5 juta ton tandan buah segar (TBS) pada tahun ini. Meski produksi riil hingga Juni mencatat minus terhadap RKAP, perusahaan tersebut optimis target produksi tahun ini bisa tercapai.
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Abdul Ghani, juga berkomitmen bahwa mereka optimis produksi bisa melampaui target.
“Jadi bisa Bapak Ibu lihat data, bahwa kalau di bulan Maret kita hanya separuh dari target, bulan Mei sudah tinggal 25 persen. Bulan Juni mungkin tinggal 15 dan bulan Agustus kita sudah akan mencapai target. Insya Allah sampai akhir tahun kita akan leading di atas target yang kita rencanakan,” kata Ghani dalam rapat kerja Komisi VI dengan Agrinas Palma di Gedung Parlemen, Jakarta pada Senin (6/7).
Pada Januari, realisasi produksi hanya mencapai 217 ribu ton dari target RKAP bulanan sebesar 357 ribu ton. Kondisi ini berlanjut pada Februari dengan realisasi 188 ribu ton dibanding target 329 ribu ton dan Maret dengan realisasi 173 ribu ton dibanding target 340 ribu ton, mencatat selisih negatif terbesar sebesar -49 persen.
Memasuki April, gap minus mulai sedikit mengecil dengan realisasi 243 ribu ton dibanding target 371 ribu ton atau -34 persen. Pada Mei realisasi produksi bulanan Agrinas Palma Nusantara ada pada angka 251 ribu ton dibanding target 379 ribu ton atau masih -34 persen dan Juni dengan realisasi 302 ribu ton dibanding target 403 ribu ton di mana selisih mulai membaik menjadi -25 persen.
Namun demikian, dalam paparannya Ghani menjelaskan bahwa tren ini berbalik positif mulai Juli di mana realisasi dan proyeksi produksi mulai melampaui target RKAP secara konsisten dengan pertumbuhan mencapai +18 persen pada Agustus hingga puncaknya +47 persen pada November.
Target Rekrutmen Rampung Bulan IniAdapun untuk mencapai target produksi tersebut, Ghani juga menjelaskan Agrinas Palma Nusantara terus memastikan tanaman kelolaan dikelola dengan baik dengan SDM yang cukup. Untuk itu, ia menarget seluruh kebutuhan SDM dapat dipenuhi pada bulan ini.
“Kami merekrut 1.844 orang tenaga karyawan pimpinan, 9.500 orang mandor dan 11.000 pemanen, belum lagi pembelian. Jadi lebih dari 20.000. Jadi tentu nanti kami, ini informasi penting bahwa Agrinas itu bukan melakukan PHK, justru kami akan merekrut banyak pekerja karena untuk meningkatkan produktivitas kami harus memastikan seluruh tanaman dikelola dengan baik,” ujarnya.





