REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih tim nasional Meksiko Javier Aguirre tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya meski harus mengakhiri langkah di Piala Dunia 2026 setelah kalah tipis 2-3 dari Inggris pada babak 16 besar di Stadion Azteca, Senin (6/7/2026) pagi WIB. Menurut Aguirre, El Tri telah mengerahkan seluruh kemampuan, tetapi kualitas Inggris membuat setiap kesalahan harus dibayar mahal.
Meksiko sempat memberikan perlawanan sengit di hadapan pendukung sendiri. Meski tertinggal dua gol lebih dulu, El Tri mampu dua kali memperkecil ketertinggalan dan terus menekan hingga menit-menit akhir. Namun, upaya mereka belum cukup untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
Baca Juga
Dua Gol Bellingham Bungkam Azteca, Inggris Akhiri Mimpi Meksiko di Piala Dunia
Cuaca Buruk Paksa Laga Meksiko Vs Inggris Ditunda Satu Jam
Meksiko Incar Sejarah, Inggris Siap Hadapi Atmosfer Panas Azteca
"Saya tidak bisa menyalahkan tim saya sedikit pun. Kami sudah melakukan semua yang kami bisa, dan mereka tim yang hebat," kata Aguirre seusai pertandingan, dikutip dari laman resmi FIFA.
Pelatih berusia 67 tahun itu menilai pertandingan melawan Inggris memperlihatkan betapa tingginya level persaingan di fase gugur Piala Dunia. Sedikit saja melakukan kesalahan, lawan akan langsung memberikan hukuman.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Ini level tertinggi. Anda tidak boleh melakukan kesalahan karena semuanya akan dibayar mahal," ujar dia.
Aguirre mengungkapkan dirinya sempat mengambil risiko dengan melakukan sejumlah pergantian pemain setelah Inggris kehilangan satu pemain akibat kartu merah. Ia berharap keunggulan jumlah pemain bisa dimanfaatkan untuk membalikkan keadaan.
"Kami mengambil peluang melalui pergantian pemain untuk memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, tetapi kami tidak mampu melakukannya," katanya.
Meski gagal melangkah ke perempat final, Aguirre mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pendukung yang memenuhi Stadion Azteca dan terus memberikan dukungan hingga peluit akhir berbunyi.
"Saya hanya memiliki kata-kata terima kasih atas seluruh dukungan yang kami terima," ujar Aguirre.