Bisnis.com, DENPASAR - Kunjungan ke desa wisata Jatiluwih, Kabupaten Tabanan meningkat selama periode libur sekolah. Banyak wisatawan nusantara berkunjung membawa anak atau keluarganya untuk berlibur ke Jatiluwih.
Manager DTW Jatiluwih, Jhon Ketut Purna menjelaskan selama libur sekolah terjadi peningkatan kunjungan wisatawan jika dibandingkan dengan hari biasa.
"Selama libur sekolah, rata-rata kunjungan ke Jatiluwih di atas 1.000 orang per hari, meningkat dibandingkan hari biasa dengan kunjungan rata-rata 700 - 800 orang per hari," jelas Jhon saat dikonfirmasi, Senin (6/8/2026).
Desa Wisata Jatiluwih juga menjadi destinasi wisatawan mancanegara, banyak wisman berkunjung baik dari Eropa, Australia bahkan Asia.
Pengunjung yang datang berkunjung banyak dari Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur. Mereka datang membawa keluarga untuk menikmati panorama persawahan di subak Jatiluwih yang kini menjadi warisan dunia versi Unesco. Wisatawan biasanya berjalan di tengah pematang sawah.
Selain itu, wisatawan juga bisa belajar tentang pengelolaan air berkelanjutan, karena desa wisata Jatiluwih merupakan contoh nyata pengelolaan air berkelanjutan.
Desa ini menawarkan solusi dan inspirasi kepada dunia tentang bagaimana menjaga keseimbangan antara alam dan manusia.
Sistem subak merupakan perwujudan kearifan lokal Bali dan keharmonisan dengan alam, wisatawan juga dapat berdialog dengan petani, menyaksikan upacara yang berkaitan dengan air, dan bahkan berpartisipasi dalam kegiatan penanaman padi tradisional.
Selain sistem subak, wisatawan juga dapat melakukan wisata trekking atau jelajah alam. Kemudian bersepeda sambil menikmati panorama, belajar menari dan membeli oleh - oleh hasil olahan warga seperti beras merah, dan hasil kerajinan warga setempat.
Wisatawan juga bisa menginap di homestay, hotel yang ada di desa Jatiluwih yang mayoritas dimiliki oleh warga setempat.





