JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah yang memasuki musim kemarau di Indonesia akan terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan.
Berdasarkan hasil pemantauan perkembangan iklim, sebagian wilayah bahkan mulai memasuki puncak musim kemarau pada Juli 2026, sementara puncak kemarau secara nasional diprakirakan terjadi pada Agustus.
Prakirawan BMKG Zen Putri mengatakan hasil monitoring iklim menunjukkan musim kemarau terus meluas di berbagai wilayah Indonesia.
"Berdasarkan hasil monitoring perkembangan iklim terkini, BMKG memprediksi wilayah yang memasuki musim kemarau akan terus bertambah. Puncak musim kemarau diprakirakan terjadi pada bulan Agustus 2026 di 369 zona musim," kata Putri.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Sangat Lebat di 3 Wilayah Ini Senin 6 Juli 2026
BMKG memprakirakan puncak musim kemarau pada Juli 2026 mulai terjadi di:
- Sebagian Sumatera.
- Sebagian kecil Kalimantan.
- Sebagian Jawa.
- Nusa Tenggara Timur bagian selatan.
- Sebagian kecil Sulawesi.
- Sebagian Maluku.
- Sebagian Papua.
Sementara itu, puncak musim kemarau diprakirakan mencapai wilayah terluas pada Agustus 2026, sebelum berlanjut di sebagian wilayah lainnya pada September.
Mengapa Masih Turun Hujan?BMKG menyebut meluasnya musim kemarau tidak berarti hujan berhenti sepenuhnya. Dalam beberapa hari ke depan, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Baca Juga: Prospek Cuaca Jawa Barat Sepekan 6-12 Juli 2026: Curah Hujan Menurun akibat El Nino
"Meski demikian, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah akibat masih aktifnya gelombang Kelvin, gelombang Rossby ekuatorial, dan kombinasi Madden-Julian Oscillation dan gelombang Kelvin di beberapa wilayah Indonesia," ujar Putri.
Penulis : Danang Suryo Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- Musim Kemarau
- Kemarau 2026
- Cuaca Indonesia
- El Nino
- Prakiraan BMKG




