Direktorat Jenderal Imigrasi memasukkan 92 warga negara asing (WNA) asal China dalam daftar penangkalan seumur hidup. Mereka terlibat dalam sindikat judi online dan penipuan investasi di Batam.
Puluhan WNA tersebut dideportasi pada Minggu (5/7/2026) melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten. Mereka dipulangkan menggunakan maskapai China Southern Airlines nomor penerbangan CZ2988 tujuan Guangzhou, China.
Galih P. Kartika Perdhana, Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, mengatakan deportasi dilakukan atas permintaan resmi otoritas China.
“Deportasi massal ini dilakukan atas permintaan resmi dari Otoritas Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui Kementerian Keamanan Publik,” kata Galih melalui keterangan tertulis di Tangerang, Senin.
Menurut Galih, Pemerintah China memfasilitasi penuh proses deportasi tersebut. Tim penjemputan khusus dikirim langsung, sementara seluruh biaya akomodasi dan operasional deportasi ditanggung oleh pihak China.
Galih menjelaskan, Imigrasi Soekarno-Hatta menerapkan standard operating procedure (SOP) kontingensi untuk menjaga proses deportasi tetap kondusif dan tidak mengganggu layanan penumpang reguler.
“Kami menerapkan mekanisme pemeriksaan keimigrasian secara khusus dan terpisah, mulai dari verifikasi identitas biometrik hingga pengawalan ke pintu pesawat. Pola ini kami rancang agar proses pemulangan 92 deteni berjalan lancar tanpa mengganggu alur pelayanan penumpang reguler,” katanya menjelaskan.
Direktorat Jenderal Imigrasi menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan transnasional untuk beraktivitas di Indonesia. Deportasi dan penangkalan seumur hidup diharapkan memberi efek jera sekaligus mencegah pelaku kejahatan asing lainnya masuk ke Indonesia.
“Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi warga asing yang mengganggu ketertiban dan keamanan di Indonesia,” ujarnya.
Galih menambahkan, Imigrasi berkomitmen menjalankan penegakan hukum tanpa pandang bulu secara profesional, tetapi tetap menjunjung aspek humanis.
“Ini adalah komitmen kami sejalan dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat,” kata dia.(ant/iss/ipg)




