Produksi Ayam Surplus, RI Jajaki Peluang Ekspor Ceker ke China

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

China merupakan pasar yang sangat potensial karena tingginya permintaan terhadap komoditas ceker ayam.

Produksi Ayam Surplus, RI Jajaki Peluang Ekspor Ceker ke China. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pemerintah tengah menjajaki peluang ekspor ceker ayam ke China sebagai salah satu upaya memperluas pasar ekspor produk unggas nasional. Menurut Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, China merupakan pasar yang sangat potensial karena tingginya permintaan terhadap komoditas ceker ayam, di tengah kondisi produksi ayam dan telur dalam negeri yang mengalami surplus.

"China sebagai market yang besar di sana, salah satu komoditas dari ayam yang diminati itu adalah ceker ayam. Jadi selain orang Indonesia ternyata orang China tuh dia makan banyak ceker ayam," kata Sudaryono 
dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026).

Baca Juga:
Polri Ungkap Ada 15 Perusahaan Sponsori Sindikat Judol di Plaza Hayam Wuruk

Indonesia saat ini telah mengekspor produk unggas ke belasan negara dan akan terus meningkatkan volume ekspor tersebut. Selain membidik China, pemerintah juga meningkatkan ekspor ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama penyelenggaraan ibadah umrah dan haji.

"Jadi kita sudah juga mengekspor ke 11 negara ya dan kita akan terus tingkatkan kuantitasnya, salah satunya adalah market yang besar adalah Arab Saudi kaitannya untuk umrah dan kebutuhan haji kita yang besar. Nah ini kita lagi jajaki harus goal," ujar Sudaryono.

Baca Juga:
Bareskrim Ungkap Modus Sindikat Judol Hayam Wuruk, Samarkan Aktivitas dengan Taktik Ini

Dia menjelaskan, upaya membuka akses ekspor tersebut merupakan bagian dari diplomasi ekonomi pemerintah. Menurutnya, pembahasan mengenai akses pasar komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan selalu menjadi salah satu agenda dalam pertemuan Presiden dengan para pemimpin negara lain.

"Jadi kalau misalnya Pak Presiden banyak berjumpa dengan banyak tokoh negara atau kepala negara lain tuh salah satunya urusan begini-begini. Urusan bagaimana nge-goals-kan urusan ekspor komoditas sarang walet lah, durian lah, ekspor buah lah, ekspor apa pun termasuk di dalamnya adalah ekspor komoditas pertanian, peternakan,dan juga perikanan kita," ucap dia.

Baca Juga:
Pemerintah Tetapkan HAP Baru: Ayam Hidup Rp19.500 per Kg, Telur Rp24.000 per Kg

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Teknologi Bola dan VAR di Piala Dunia FIFA 2026: Solusi Modern atau Sumber Malapetaka Baru?
• 13 jam laluerabaru.net
thumb
Sarana akses internet di hunian sementara Sekumur akan ditingkatkan
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Aturan Turunan UUP2SK Diharapkan Perjelas Peran Bursa dan Pedagang Kripto
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harga iPad Pro M5 & iPad Air M4 Naik di RI, Model Tertinggi Tembus Rp 61,5 Juta
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Sidang Sudewo Dijaga Ketat, Polisi Siagakan Kendaraan Lapis Baja dan Water Cannon
• 7 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.