Polisi mengungkap awal muka penyekapan karyawan yang dituduh mencuri raket di Pedal Padel, Jakarta Selatan (Jaksel). Awalnya, pelaku menginterogasi korban namun korban dianggap berbelit-belit.
"Awalnya tidak direncanakan. Jadi hanya mau menginterogasi saja. Nah kemudian karena prosesnya mungkin agak berbelit-belit sehingga jadi terlalu lama nahan," kata Kanit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Iptu Satrio, Senin (6/7/2026).
Pelaku ingin mengetahui di mana raket tersebut dijual. Karena korban dinilai tidak menjelaskan dengan baik, maka penyekapan dilakukan.
"Sampai mungkin dia ingin mengetahui di mana raketnya dijual dan sebagai macamnya gitu. Jadi mungkin dari pihak korban sendiri menerangkannya belum jelas sehingga menjadi berujung lama dalam hal menginterogasi," bebernya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penyekapan dilakukan atas inisiatif pelaku. Belum ditemukan adanya instruksi dari pihak manajemen terhadap pelaku.
"Kita belum dapati ya, kalau belum ada atau gimana kita masih dalam pendalaman," ungkapnya.
Polisi Olah TKPSebelumnya, polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) penyekapan karyawan yang dituduh mencuri raket di Pedal Padel, Jakarta Selatan (Jaksel). Olah TKP dilakukan dalam rangka melengkapi proses penyelidikan.
"Ya, kita hari ini melakukan olah TKP terakhir yang kita butuhkan dalam proses melengkapi proses penyidikan, sekaligus kita membuka police line yang telah kita pasang. Kepada pihak Pedal Padel akan kita mintakan surat tanda terima pembukaan atau melepaskan garis polisi," kata Iptu Satrio.
Sejumlah alat bukti disita oleh penyidik dalam olah TKP tersebut. Di antaranya adalah alat yang digunakan oleh pelaku untuk menyekap korban.
"Karena dirasa sudah cukup untuk TKP ini kita ambil, baik sampel darah ataupun alat-alat yang dipakai untuk menyekap daripada korban," ungkapnya.
Pendalaman terus dilakukan dengan mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi. Sejauh ini, empat pelaku yang terbukti terlibat dalam penyekapan itu.
"Ya sementara masih pendalaman, tapi kalau dari bukti-bukti yang sudah kita dapati, hanya empat pelaku itu yang terkait dalam melakukan penganiayaan dan penyekapan," ungkapnya.
(rdh/azh)





