Pilu Santri di Lombok Dibakar Kakak Kelas, Terkendala Biaya Berobat

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Masih ingat dengan kasus tiga santri Pondok Pesantren Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang dibakar kakak kelasnya pada November 2025 lalu? Korban mengalami luka permanen dan tak punya biaya untuk pengobatan.

Dalam foto yang diterima kumparan, tampak kondisi salah satu korban Sahid Al Hudri (13) mengalami luka bakar cukup parah di bagian tangan dan kakinya. Bahkan ia tak bisa bergerak normal seperti anak lain seusianya.

Nurul Hidayah, bibi korban, mengatakan mereka kesulitan biaya untuk mengobati Sahid. Pondok pesantren juga tak memberi bantuan terhadap Sahid. Kondisi itu diperburuk karena Sahid tak punya BPJS Kesehatan.

"Karena lukanya masih basah, jadi harus tetap dikontrol ke rumah sakit dua kali seminggu, hari Sabtu dan hari Selasa," kata Nurul kepada kumparan, Senin (6/7).

"Dari semenjak bapaknya (Al Hudri) masuk laporan ke polisi, kita tetap membayar dan harus menjadi pasien umum," lanjutnya.

Ia menambahkan, kondisi ekonomi keluarga yang hanya mengandalkan penghasilan sebagai petani dan pekerja serabutan membuat mereka kesulitan memenuhi biaya pengobatan selama proses pemulihan.

"Sebenarnya biaya ini yang ingin kami minta bantuan dari dulu, tapi tidak ada yang pernah menanggapi. Akhirnya kami harus menanggung sendiri biaya pengobatan sejak laporan masuk," imbuhnya.

Sekilas Kasus

Kasus pembakaran ini terungkap setelah video salah satu korban beredar dan viral di media sosial (medsos). Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada November 2025 lalu, dan menewaskan satu santri yakni SS setelah dua bulan dirawat.

Menurut pengakuan korban, awalnya mereka melaporkan senior mereka ke pimpinan pesantren karena seniornya berbuat kenakalan.

Senior itu kemudian tak terima dan mengancam korban akan dibakar.

"Teman saya ada yang ditelanjangi, terus dia dipanggil sama Abah (Pimpinan Ponpes) setelah itu dia mengancam akan membakar, dan setelah tiga hari dia membakar," tutur korban Sahid, Sabtu (6/6).

Hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka. Pelaku masih berkeliaran bebas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kadinsos Karawang Buka Suara soal Diduga ODGJ Terlantar Depan Gedung Dinsos
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Dua Gol Haaland Pulangkan Brasil, Norwegia Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Presiden PKS Sambut Baik Perpres soal LGBTQ, Minta Daerah Tindaklanjuti
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Mencapai 1 Kilometer di Atas Puncak
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Kemendikdasmen Akan Buka CPNS Guru 2027, Kuota 561 Ribu Orang
• 4 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.