Ringkasan Berita
MKSO Kebun Dhoho menerima penghargaan dari Polres Kediri pada Hari Bhayangkara ke-80.
Penghargaan diberikan atas kontribusi perusahaan dalam budidaya tebu dan ketahanan pangan.
Perusahaan mengelola lahan tebu seluas 5.805,59 hektare di tiga kabupaten.
Program budidaya tebu turut mendukung target swasembada gula nasional.
Kediri (beritajatim.com) – PT SGN MKSO Kebun Dhoho Kediri menerima penghargaan dari Polres Kediri atas kontribusinya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pengembangan budidaya tebu. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di Mapolres Kediri, pada Senin (6/7/2026).
Apresiasi tersebut menjadi bentuk pengakuan atas peran perusahaan dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung target swasembada gula nasional yang terus didorong pemerintah.
Penghargaan Diserahkan Kapolres Kediri
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji kepada General Manager PT SGN MKSO Kebun Dhoho, Juni Yanto, seusai upacara Hari Bhayangkara ke-80.
Kapolres menilai MKSO Kebun Dhoho memiliki dedikasi tinggi serta menjalin sinergi yang baik dengan Polres Kediri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, pengembangan areal tanam tebu yang dilakukan perusahaan menjadi bagian penting dalam mewujudkan swasembada gula nasional.
“Program pengembangan tanaman tebu yang dilakukan MKSO Kebun Dhoho memberikan kontribusi nyata terhadap program ketahanan pangan, khususnya dalam mewujudkan swasembada gula nasional. Sinergi yang baik antara dunia usaha dan kepolisian diharapkan terus terjalin demi mendukung pembangunan nasional,” ujar AKBP Bramastyo Priaji.
Budidaya Tebu Dorong Ekonomi Masyarakat
Selain mendukung ketahanan pangan, keberadaan MKSO Kebun Dhoho juga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
Perusahaan mampu menyerap ratusan tenaga kerja, membuka peluang usaha bagi petani tebu, serta berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kediri dan wilayah sekitarnya.
Kapolres berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga manfaatnya semakin luas bagi sektor pertanian, perekonomian daerah, dan kesejahteraan masyarakat.
Kelola Lebih dari 5.800 Hektare Lahan Tebu
General Manager PT SGN MKSO Kebun Dhoho, Juni Yanto, menyampaikan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja.
Ia menegaskan perusahaan berkomitmen mendukung program pemerintah melalui pengelolaan perkebunan tebu yang produktif dan berkelanjutan.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja lebih baik, memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta mendukung program swasembada gula nasional melalui pengelolaan perkebunan tebu yang berkelanjutan,” ungkap Juni Yanto.
Saat ini, MKSO Kebun Dhoho mengelola lahan tebu seluas 5.805,59 hektare yang terbagi ke dalam dua rayon.
Rayon Dhoho I memiliki luas sekitar 2.055 hektare di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
Sementara Rayon Dhoho II mengelola sekitar 1.295,5 hektare yang tersebar di Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Blitar.
Seluruh program budidaya tebu terus dioptimalkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung target swasembada gula nasional.
Kolaborasi Jadi Kunci Ketahanan Pangan
Penghargaan yang diterima MKSO Kebun Dhoho menunjukkan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, dunia usaha, petani, dan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian nasional.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani tebu, sekaligus mendukung pencapaian target swasembada gula sebagai salah satu program strategis pemerintah. [nm/ted]




