Menteri PKP Alokasikan 80 Persen Anggaran untuk Program Fisik dan Bedah Rumah

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Langkah efisiensi ekstrem ini diambil guna memastikan bahwa setiap rupiah APBN dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Menteri PKP Alokasikan 80 Persen Anggaran untuk Program Fisik dan Bedah Rumah. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memutuskan untuk memangkas habis biaya operasional birokrasi. 

Lalu Kementerian PKP mengalokasikan 80 persen dari total anggaran kementerian  secara langsung untuk program fisik perumahan rakyat, khususnya bedah rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Baca Juga:
Anggaran KUR Perumahan Naik Jadi Rp50 Triliun pada 2026

Langkah efisiensi ekstrem ini diambil guna memastikan bahwa setiap rupiah APBN dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, sesuai dengan visi pro-rakyat yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Anggaran kami pangkas untuk hal-hal yang tidak langsung menyentuh masyarakat. Buat gaji pegawai dan operasional birokrasi lainnya, hanya kami sisakan 10 persen. Sebaliknya, 80 persen penuh kami serahkan untuk bedah rumah dan bisnis perumahan rakyat. Ini bukti nyata bahwa anggaran pemerintahan saat ini sangat pro rakyat,” ujar Maruarar di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Baca Juga:
Konsistensi Kawal Pembiayaan Perumahan Syariah, BSN Raih Penghargaan Best Bank 2026

Keputusan untuk merombak postur anggaran dan mendorong kemudahan regulasi ini didasarkan pada temuan langsung Maruarar di lapangan. Ia mengungkapkan telah melakukan blusukan sedikitnya 40 kali ke berbagai kompleks perumahan subsidi di minimal 10 provinsi, termasuk Papua, Kalimantan, Sulawesi, NTB, Sumatra Utara, hingga pelosok Pulau Jawa.

Dari puluhan kunjungan tersebut, Menteri PKP menemukan fakta ironis di mana aturan internal pemerintah dan lembaga keuangan justru menjadi batu sandungan terbesar bagi masyarakat kecil untuk memiliki rumah layak huni.

Baca Juga:
Minat Masyarakat Tinggi, Alokasi Anggaran KUR Perumahan Tahun Ini Naik Jadi Rp50 Triliun

"Saya banyak langsung bertemu masyarakat dan pengembang di daerah. Salah satu keluhan utama mereka adalah adanya aturan yang menjegal. Ini yang sering disebut Presiden Prabowo sebagai praktik deep state—di mana kita sendiri, sistem kita sendiri, yang menghambat rakyat untuk maju," kritik Maruarar.

Komitmen membebaskan MBR dari jerat birokrasi ini, diakui Maruarar, tidak berjalan instan. Ia mengungkapkan harus terus-menerus berdiskusi, berdialog, dan melakukan lobi regulasi kepada berbagai pihak terkait demi meloloskan kemudahan bagi masyarakat.

Ia mencontohkan, koordinasi intensif dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan harus dilakukan berkali-kali sebelum akhirnya membuahkan kesepakatan pelonggaran aturan.

"Saya datang dan berkoordinasi, rasanya ini yang ketujuh kali baru berhasil. Tapi saya belajar dari Pak Prabowo Subianto. Beliau jadi presiden setelah kalah empat kali, yang kelima baru berhasil. Saya belajar dari beliau kalau berjuang untuk rakyat itu jangan setengah hati, harus sepenuh hati," tuturnya.

Melalui sinergi baru bersama OJK dan industri perbankan ini, pemerintah optimistis target pembangunan 3 juta hingga 3,5 juta rumah dapat tercapai lebih cepat dengan proses yang jauh lebih mudah, murah, dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.


(Eugenia Siregar)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PT Intidragon Suryatama 2 Mojokerto Terbakar Minggu Petang
• 10 jam laluberitajatim.com
thumb
Ramai Isu Amplop Bupati Kuansing, Menhut Laporkan Penolakan Gratifikasi ke KPK
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Investor Antre Masuk RI, Kantor Airlangga Bagikan Buktinya
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hukum Setimpal Pengendara Arogan, Sahroni: Beri Efek Jera
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pakar Menuntut Anggaran Pendidikan yang Dikorupsi Bupati Langkat Dikembalikan
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.