Ibu Hamil Jadi Korban Konflik Papua, Keuskupan Timika Minta Pemerintah Evaluasi Pengerahan Pasukan

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Ketua SKP Keuskupan Timika Saul Wanimbo (kanan) dan Sekretaris SKP Keuskupan Timika Rudolf Kambayong saat memberikan keterangan pers di Timika, Papua Tengah, Senin (06/07/2026). (Sumber: Rahmat/Antara)

TIMIKA, KOMPAS.TV - Sekretariat Keadilan Perdamaian dan Pastoral (SKP) Keuskupan Timika meminta pemerintah mengevaluasi pendekatan keamanan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

SKP Keuskupan Timika menekankan evakuasi diperlukan sebagai upaya memperkuat perlindungan warga sipil.

Pernyataan ini disampaikan SKP Keuskupan Timika menyusul jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil dalam konflik antara TNI-Polri dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) di Papua. Terkini, seorang ibu hamil di Distrik Sugapa, Intan Jaya, meninggal dunia bersama bayinya karena tertembak.

Ketua SKP Keuskupan Timika Saul Paulo Wanimbo mengatakan pihaknya memberikan lima rekomendasi kepada pemerintah sehubungan pendekatan keamanan di Intan Jaya.

Rekomendasi tersebut di antaranya meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan pengerahan pasukan non-organik di Intan Jaya, mendorong pembentukan tim investigasi independen oleh Komnas HAM, serta penegakan hukum terhadap setiap dugaan pelanggaran.

Baca Juga: Ibu Hamil Tewas Tertembak di Intan Jaya, Komnas HAM Dorong Investigasi Independen

SKP Keuskupan Timika juga meminta pemerintah memperkuat perlindungan warga sipil. Pemerintah pun diminta membuka akses lembaga kemanusiaan, media, organisasi keagamaan, dan pemantau HAM independen ke lokasi konflik.

"SKP Keuskupan Timika berharap berbagai rekomendasi tersebut dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif sekaligus memastikan perlindungan terhadap masyarakat sipil di Intan Jaya," kata Saul Wanimbo di Kantor Keuskupan Timika, Senin (6/7/2026).

Menurut Saul, eskalasi konfik di Intan Jaya pada Juni-Juli 2026 telah memengaruhi kondisi kemanusiaan di daerah tersebut. Berbagai laporan menunjukkan jatuhnya korban jiwa, warga yang mengungsi, kerusakan fasilitas sipil, serta terganggunya pelayanan dasar.

SKP Keuskupan Timika mencatat setidaknya terdapat 9 peristiwa yang terjadi sepanjang 18 Juni hingga 2 Juli 2026.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • pendekatan keamanan di papua
  • kesukupan timika
  • ibu hamil tertembak di papua
  • ibu hamil tewas tertembak
  • konflik papua
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Cek Status Penerima Bansos PKH dan BPNT Juli 2026, Warga Siapkan NIK KTP!
• 8 jam laludisway.id
thumb
Tersangka Kasus Suap, Gubernur Langkat Syah Afandin Punya Harta Rp10,6 Miliar
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Prabowo-Lawrence Wong Teken 26 Kesepakatan, Ini Daftar Lengkapnya
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Prediksi Skor dan Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2026, Selasa 7 Juli: Portugal vs Spanyol, AS vs Belgia, dan Argentina vs Mesir
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Farhan Respons Keluhan Erwin Tak Pernah Dilibatkan, Begini Penjelasannya
• 4 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.