Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.995 per Dolar AS, Dipicu Sentimen Fitch Ratings

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada penutupan perdagangan Senin (6/7/2026).

Rupiah ditutup melemah setelah pelaku pasar merespons laporan terbaru Fitch Ratings yang menyoroti meningkatnya risiko terhadap perekonomian Indonesia, ditambah sentimen defisit neraca perdagangan dan ketidakpastian global.

Berdasarkan data perdagangan, kurs rupiah ditutup melemah 32 poin atau 0,18 persen menjadi Rp17.995 per dolar Amerika Serikat (AS), dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.963 per dolar AS.

Ibrahim Assuaibi analis pasar uang menilai pelemahan rupiah dipicu meningkatnya kekhawatiran investor setelah Fitch Ratings merilis analisis mengenai kondisi ekonomi Indonesia.

“Fitch Ratings dalam laporan terbarunya memberi pandangan mendalam mengenai rapuhnya kondisi ekonomi makro Indonesia, yang terlihat dari indikator pelemahan rupiah, penurunan cadangan devisa, hingga arus modal keluar yang masif. Namun demikian, perhatian sesungguhnya dari Fitch ialah pada aspek kepercayaan investor yang kian melemah akibat memburuknya tata kelola ekonomi,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, lembaga pemeringkat internasional tersebut juga mengingatkan bahwa tekanan ekonomi yang berlanjut berpotensi meningkatkan beban utang dan biaya pinjaman pemerintah.

Dilansir dari Antara, kondisi itu dinilai dapat memperbesar risiko penurunan peringkat utang (sovereign rating) Indonesia.

Meski pada Maret 2026 Fitch Ratings masih mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB, lembaga tersebut telah merevisi prospek (outlook) menjadi negatif, sehingga menjadi perhatian serius bagi pelaku pasar.

Selain dipengaruhi laporan Fitch Ratings, nilai tukar rupiah juga mendapat tekanan dari data neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatat defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026.

Defisit tersebut mengakhiri tren surplus perdagangan yang telah berlangsung selama 72 bulan berturut-turut.

Dari faktor eksternal, pasar keuangan juga dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik global. Konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki.

Di saat yang sama, ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz turut memengaruhi pergerakan harga minyak dunia dan meningkatkan kehati-hatian investor.

Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan rupiah.

Pada perdagangan Senin, JISDOR berada di level Rp17.999 per dolar AS, lebih rendah dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di Rp17.960 per dolar AS. (ant/saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kubu Nadiem Makarim Laporkan 4 Hakim Kasus Korupsi Chromebook ke KY
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Dasco Bantah Ucapan Ultah ke Nadiem Kode Pemberian Amnesti
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Tinjau TPA Jatiwaringin, Menteri LH Sebut Titik Api Sisa 3,6 Persen
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Senin 8-10 Juara PWC Series June 2026, Taklukkan Tuan Rumah Pixel Universe 2-0
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Palfon Anggaran Kredit Program Perumahan Dinaikkan Jadi Rp 50 Triliun
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.